Ketabahan Hati ep. 11 – 23

Episode 11

Huei Fen, Cin Long dan Huei Cuin berkumpul dirumah untuk merayakan hari ibu untuk Mei Hua. Melihat anak-anak begitu berbakti Mei Hua merasa sangat gembira dan terharu. Karena tidak bisa menyembunyikan rasa sakitnya, akhirnya luka dikaki Cin Long diketahui oleh ibunya. Karena tidak mendapatkan pengobatan yang baik, luka Cin Long bertambah parah dan berubah menjadi hitam. Setelah mengetahui ini, Mei Hua segera minta tolong pada A Chiang, paman sepupu Cin Long untuk segera membawanya kerumah sakit. karena keterbatasan alat, maka pihak rumah sakitpun merekomendasikan Cin Long untuk pergi kerumah sakit yang lebih besar. setelah menjalani pemeriksaan, Dokter di rumah sakit Ce Ci memvonisnya menderita kanker tulang dan untuk mencegah penyebaran sel kanker, kakinya harus diamputasi.

Episode 12

Karena tidak ingin putranya kehilangan sebuah kaki, Mei Hua bersikeras menolak untuk menjalankan operasi amputasi dan ingin memindahkan Cin Long kerumah sakit lain. Akhirnya Dokter Chen merekomendasikan Mei Hua untuk kerumah sakit Tai Ta di Tai Pei. Selama tiba di Ce ci mereka mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit, bahkan saat Cin Long akan pindah rumah sakitpun mereka masih mengirim dua orang perawat serta transportasi untuk mengantar Cin Long. Saat ingin naik pesawat, mereka tidak diijinkan masuk karena melihat keadaan Cin Long yang sedang sakit. setelah memohon-mohon, akhirnya mereka diijinkan naik kepesawat dengan syarat menandatangani sebuah surat persetujuan. Setiba di Rumah sakit Tai Ta keadaan Cin Long bertambah buruk.

Episode 13

Cin Long merasa terhibur dengan kunjungan guru dan teman-teman sekelasnya. Setelah kembali Guru Chiu mengadakan kegiatan pengumpulan dana untuk Cin Long di Sekolah. Saat baru mulai menjalani kemoterapi Cin Long merasa kesakitan dan tidak sanggung menahannya. Untung saja disampingnya banyak orang yang memberi dukungan dan menyayanginya. Karena pengaruh terapi, Cin Long menjadi semakin kurus dan rambutnya menjadi rontok, agar lebih mudah mengurusnya, akhirnya Mei Hua memutuskan untuk menggunduli rambut Cin Long. Melihat keadaan kakaknya, Huei Cuin yang tadinya berminat dalam seni menjadi termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya sekolah kejuruan perawat Ce Ci. Agar kelak dia bisa merawat kakaknya dengan baik.

Episode 14

Untuk membalas kebaikan kakak Mei Ling dan kakak Cao yang telah merawatnya dengan sepenuh hati. Cang Siao Chi seorang suster yang sedang belajar praktek, tertarik dengan suara Cin Long yang begitu merdu layaknya seorang penyanyi profesional, dia pun meminta agar Cin Long mau merekam sebuah kaset untuknya. Tangan Cin Long semakin mengurus dan setiap kali menerima obat terapi dia selalu muntah dan merasa sangat tersiksa. Cin Long merasa terkejut dengan kedatangan Chiung Ying, tapi karena keadaannya seperti itu, Cin Long menjadi tidak percaya diri dan meminta Chiung Ying untuk tidak menjenguknya lagi. Walaupun masih sedih dengan keadaan Cin Long, tapi hati ibunya merasa sedikit terhibur karena Huei Fen dan teman prianya Cin Liang merencanakan untuk bertunangan. Karena bisa pulang untuk menghadiri pesta pertunangan kakaknya, Cin Long merasa senang sekali. Tetapi sebelum pulang dia harus memutuskan suatu hal yang berat baginya, yaitu operasi amputasi. Karena Mei Hua tidak sanggup menandatangani surat persetujuan operasi, maka Dokter Yang pun meminta keputusan dari Cin Long sendiri.

Episode 15

Setelah dipertimbangkan akhirnya Cin Long memutuskan untuk menjalani operasi amputasi. Tapi ibunya masih tidak rela putranya diamputasi, dia pun terus bertanya pada Cin Long apakah putranya itu akan sanggup menerima kenyataan kalau dia akan kehilangan sebuah kaki. Karena tidak ingin selalu hidup dalam bayangan kematian, Cin Long pun merasa yakin dengan keputusannya itu. Saat sedang bingung soal biaya operasi Cin Long, Guru Chiu pun datang pada waktu yang tepat, dia memberikan hasil sumbangan dari murud-murid sekolah SMU She Wei dan dari orang-orang yang berwelas asih pada Mei Hua. Dipesta pertunangan kakaknya, Cin Long merasa marah pada diri sendiri, tidak percaya diri serta mengurung dirinya dikamar. Setelah menjalani operasi amputasi, Dokter akhirnya mengijinkan Cin Long untuk pulang kerumah.

Episode 16

Cin Long serasa tidak percaya kalau dirinya sudah boleh pulang kerumah, tapi untuk memastikan apakah sel kankernya akan kambuh atau tidak, dia harus menjalani pemeriksaan rutin sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dan menjalani kemoterapi bertahap. Saat pindah bagian terapi dia bertemu dengan seseorang yang bernama Li Tung Rung yang berumur 35 tahun. Saat berumur 19 tahun dia mengalami kecelakaan yang menyebabkan dia lumpuh. Dia telah menyadari Cin Long kalau kekurangannya itu bukanlah segalanya, dan jangan merasa malu dengan pandangan mata orang lain. Untuk menghemat biaya pengobatan dan biaya transportasi Mei Hua pun berpikir untuk kembali kerumah sakit Ce Ci untuk menjalani pengobatan selanjutnya. Tetapi dia ragu apakah rumah sakit Ce Ci mau menerimanya kembali setelah kejadian yang dia lakukan pada mereka.

Episode 17

Setelah kembali ke Rumah sakit Ce Ci, Cin Long kembali menjalani pengobatan, kali ini dia menjadi begitu tabah dan pengertian. Karena dia tahu dia tidak akan selamanya mengandalkan orang lain. Dia tidak ingin menyusahkan orang-orang yang begitu sayang padanya, saat ibunya tidak ada dia pun menyuruh kakak dan adiknya untuk pulang mengerjakan tugas masing-masing dan tidak usah menemaninya lagi.

Suatu hari di rumah sakit Ce Ci telah mengadakan sebuah kegiatan yang tujuannya untuk kesehatan. Pada awalnya Cin Long tidak ingin mengikuti kegiatan itu, tapi setelah dibujuk terus oleh ibunya, akhirnya Cin Long terpaksa ikut dengan syarat dia ingin pergi sendiri. Disana ia mendengarkan ceramah tentang kebahagiaan, dan bertemu dengan seorang insan Ce Ci yang bernama Ming Yue. Melihatnya begitu optimis dalam menghadapi penyakitnya, Ming Yue pun memintanya untuk membantu seorang pasien yang bernama Ceng Siao Hua untuk menemukan kembali keyakinan pada dirinya.

Episode 18

saat dirumah sakit, Cin Long bisa dengan tabah menerima dirinya sebagai orang cacat, tapi setelah pulang kerumah Cin Long kembali mengurung dirinya, dia merasa tidak percaya diri dan takut untuk menghadapi orang ramai. Untung saja secara perlahan Yong Cin bisa mengembalikan percaya dirinya itu. Untuk menyembuhkan penyakitnya dengan seksama, Cin Long harus kembali ke Rumah sakit Ce Ci untuk melanjutkan pengobatan kemoterapinya. Dokter menjelaskan bahwa efek dari obat-obatan yang digunakan kali ini lebih keras. Cin Long akan lebih menderita dan kemungkinan akan terjadi Komplikasi penyakit lainnya. Mendengar itu Mei Hua pun minta tolong pada Ming Yue untuk menasehati Cin Long agar bisa menerima semua ini dengan tabah. karena pengaruh obat, daya tahan tubuh Cin Long menjadi semakin lemah, karena sering muntah, rongga mulutnya menjadi terluka sehingga dia tidak bisa menelan makanan. Selain itu dia juga mengalami diare terus. Untuk itu Dokter terpaksa harus memindahkannya kekamar Isolasi supaya tidak terinfeksi virus lainnya.

Episode 19

Atas motivasi dan kasih sayang yang diberikan orang-orang disekelilingnya, Cin Long berhasil melawan penderitaannya itu. Pengobatannya sangat berhasil dan dia diijinkan pulang. Setelah mengetahui Cin Long mengerjakan pekerjaan rumah, Mei Hua menjadi cemas dan marah. Dia kembali memaksa Cin Long untuk buka toko kelontong saja. Karena tidak mau, Cin Long merasa gusar dan punya perasaan ingin pergi dari rumah. Dia tidak ingin terus bersandar pada orang lain, dia ingin sekali kembali ke SMU She Wei untuk belajar, dan ingin hidup mandiri. Setelah dibujuk oleh Huei Fen akhirnya Mei Hua mengijinkan Cin Long untuk kembali ke sekolah dan tinggal diasrama sekolah. Guru dan teman-teman sekolahnya menyambut kedatangan Cin Long dengan gembira, tapi yang menjadi kendala adalah, asrama Cin Long ada di lantai 5, walau naik dan turun tangga teman-temannya selalu membantu, tapi Cin Long merasa tidak enak dan ingin melakukannya sendiri.

Episode 20

Merasa repot harus naik turun 5 lantai dan tidak ingin menyusahkan orang lain, Cin Long minta ijin pada ibunya untuk tinggal diluar asrama. Mendengar perkataan Cin Long, Mei Hua menyarankan agar Cin Long berhenti sekolah saja, tapi Cin Long tidak ingin begitu saja meninggalkan pendidikannya. Setelah dibujuk, akhirnya Mei Hua mencari guru Chiu untuk membicarakan hal ini. awalnya pihak sekolah tidak menyetujuinya, tapi mengingat Cin Long adalah murid yang baik maka pihak sekolah mengijinkannya untuk pindah dari asrama. kehidupan manusia memang sulit diterka, Cin Long bertemu dengan orang yang sama sepertinya, kehilangan satu buah kaki. Kakak Liu adalah tetangga yang tinggal diseberang kamar Cin Long, dia kehilangan kaki kanannya karena kecelakaan. Setelah bicara panjang lebar dengan kakak Liu, percaya diri Cin Long semakin bertambah dan merasa kekurangannya itu bukanlah apa-apa. Di suatu perkumpulan Cin Long bertemu dengan Mei Ling, gadis yang belajar disekolah yang sama dengannya. Mereka menjadi akrab dan banyak yang dibicarakan. Mei Hua mendapatkan kejuatan dari putrinya Huei Fen bahwa dia sudah akan menjadi seorang nenek.

Episode 21

Setelah menerima surat pemberitahuan mengenai jadwal pemeriksaan rutinnya, Cin Long menjadi cemas dan takut. dia merasa khawatir kalau hasil pemeriksaan kali ini ternyata menemukan sel kanker dalam tubuhnya, dia harus bagaimana. Melihat putranya kembali merasa takut seperti ini, Mei Hua selalu memberi dukungan dengan cinta dan kasih sayangnya, dia selalu berada disisi Cin Long untuk menemaninya. Tahu kakaknya segera tamat SMU, Huei Cuin menyarankan kakaknya agar melanjutkan pendidikannya di Sekolah Kejuruan perawat Ce Ci untuk jurusaa Radiologi. Awalnya Cin Long ragu untuk mengikuti ujian masuk sekolah kejuruan perawat Ce Ci, tapi setelah dia mengingat apa yang pernah dialaminya dan telah mendapat bantuan dari banyak orang akhirnya dia memutuskan untuk ikut ujian masuk itu. Setelah mengikuti ujian masuk, Cin Long kembali ragu apakah rumah sakit Ce Ci akan menerima siswa dan karyawan cacat seperti dirinya.

Episode 22

Pertama kali memperkenalkan diri dikelas barunya, selain nama kata pertama yang terucap dari mulut Cin Long adalah “minta maaf” karena dia sadar dengan keterbatasan gerak geriknya itu dia akan sering menyusahkan teman-temannya. Tetapi sebaliknya dengan pengalaman hidup yang pernah dilaluinya, Cin Long malah menjadi teladan yang baik untuk mereka, teman-temannya pun sangat menyukai dirinya. Ming Yue kembali meminta tolong pada Cin Long untuk menghibur seoarang pasien penderita kanker yang bernama Siao Siang. Karena penyakitnya ini, Siao Siang menjadi murung dan tidak mempedulikan orang lain. Waktu Siao Siang tidak banyak lagi, ibunya ingin sebelum meninggal Siao Hua bisa hidup bahagia sedikit. Dengan sabar Cin Long mengajak Siao Siang berbicara, menyanyi dan menjadi teman yang baik untuknya. Karena bantuan Cin Long, Siao Siang menjadi tabah menerima kenyataan hidupnya ini dan akhirnya meninggal dengan penuh ketenangan.

Episode 23

Setelah dipaksa terus oleh Ching Siung, akhirnya Cin Long mengaku kalau dia menyukai Mei Ling. Untuk menambah karyawan rumah sakit Ce Ci, pihak sekolah mengumumkan akan menandatangani kontrak dengan murid yang berprestasi baik. Selain bisa langsung bekerja murid yang telah dikontrak akan mendapatkan beasiswa, Cin Long dan teman-temannya sangat tertarik dengan kontrak itu dan berjuang keras untuk mendapatkannya. Saat bertemu dengan Mei Ling, Cin Long berusaha untuk menghindar, tapi Mei Ling menghalanginya dan menyatakan isi hatinya pada Cin Long. Sejak bekerja dirumah sakit Ce Ci , Cin Long melihat penderita kanker yang sama seperti dirinya satu persatu meninggal dunia. Perasaan takut kembali menghantui dirinya, dia merasa kelak nasibnya akan seperti itu juga. Karena tidak ingin Mei Ling menderita, maka Cin Long memutuskan untuk berpisah dengannya. Mei Ling tidak mau menerima semua itu, apapun yang terjadi kelak dia tetap ingin selalu bersama dengan CIn Long. Walaupun kelak Cin Long akan meninggal karena penyakitnya dia akan hidup dengan bahagia. Karena dia sudah mendapatkan yang dia inginkan, yaitu menikah dan hidup bersama Cin Long. Semua pengorbanan Mei Hua akhirnya menjadi kebahagiaannya, niatnya melihat Cin Long menikah akhirnya menjadi sebuah kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: