Menggapai Harapan ep.21-30

Episode 21
Saat ingin menagih uang komisi yang dijanjikan Nyonya Shen, Nyonya Shen malah melarikan diri ke Gao Xiong. Hal ini membuat A Lan cemas, jika tidak mendapatkan uang yang dijanjikannya pada Guang-yuan, dia pasti dimarahi habis-habisan oleh Guang-yuan. Tapi untung saja Li-hua membantunya mendapatkan tarikan. Dalam sekejap mata, A Lan dan keluarganya akhirnya pindah kerumah milik sendiri. Kehidupan A Lan sedikitnya mengalami perubahan, walau tidak ingin terlibat secara resmi, tapi A Lan giat mengumpulkan derma dan mempromosikan organisasi amalnya pada setiap orang yang dia temui. Oleh sebab itu Li-hua mengatakan padanya agar sudah boleh meminta buku derma pada yayasan. Tapi A Lan menolaknya karena dia takut merasa repot. Tapi tidak lama kemudian, Guru sendiri yang menyerahkan buku derma itu padanya. Mau tidak mau A Lan harus menerimanya dan menjalankan kewajibannya. Suatu hari, Guang-yuan menjamu rekan-rekannya makan malam, tanpa sengaja A Lan meminta derma pada kepala bagian Liu. Setelah tamu-tamu pulang, A Lan dimarahi habis-habisan oleh Guang-yuan. Guang-yuan bahkan tidak mau mendengar cerita A Lan tentang keluarga-keluarga tidak mampu itu. Tapi setelah ditinggal A Lan masuk kamar, Guang-yuan akhirnya mau juga membaca buletin Tzu Chi.

Episode 22
Pagi-pagi Li-hua sudah mencari A Lan untuk mengambil uang tarikan, begitu melihat isi dompet, A Lan baru sadar uang yang didompetnya tidak cukup. Mendengar Nyonya Shen sudah pulang dari Gao Xiong, A Lan bergegas mencarinya untuk menagih uang komisi. Tapi malah kebalikannya, Nyonya Shen malah ingin pinjam uang dengan A Lan. Dia minta agar A Lan memanfaatkan posisinya sebagai Ibu Kepala Sekolah untuk menarik tarikan lagi. Mengingat Nyonya Shen adalah teman lamanya, A Lan pun menyanggupinya. A Lan memang selalu polos dalam urusan berinteraksi dengan orang lain, Ia memberikan semua uang tarikannya pada Nyonya Shen, bahkan Nyonya Shen bersiap-siap untuk melarikan uangnya pun dia masih tidak tahu. Saat berkunjung kerumah gadis kecil itu, A Lan mendapati gadis kecil itu sudah dibawa pergi oleh ibunya. A Lan tidak rela dan ingin mencarinya kembali, tapi tindakannya ini di larang oleh Li-hua dan Gui-yu. Karena selain gadis kecil itu, masih banyak keluarga tidak mampu yang lebih memprihatinkan.

Episode 23
Saat Li-hua ke rumah A Lan mengambil uang tarikan, Guang-yuan bertanya padanya tentang kegiatan A Lan di Tzu Chi. Li-hua pun menceritakan bagaimana agresifnya A Lan dalam mengerjakan Tzu Chi, bahkan hal membeli selimut untuk keluarga Chen pun dia ceritakan. Setelah tahu A Lan mengerluarkan isi kantong sendiri untuk membantu keluarga tak mampu itu, Guang-yuan jadi tidak begitu senang dia mengerjakan Tzu Chi. Apalagi sampai ada polisi yang minta bantuan A Lan untuk menghubungi Tzu Chi karena ada seorang kakek yang butuh bantuan. Karena hal ini, hampir setiap saat Guang-yuan memarahinya. Walau begitu, A Lan tidak peduli sama sekali, dia anggap amarah Guang-yuan sebagai angin lalu, begitulah hingga 2,3 tahun kemudian. Karena sudah bosan memarahi A Lan, Guang-yuan memindahkan amarahnya pada Yi-ling. Dia harap Yi-ling bisa menyampaikan semua kemarahannya pada ibunya. Beberapa tahun telah berlalu, A Lan masih giat dengan pekerjaan Tzu Chi-nya, Yi-ling juga sudah akan lulus kuliah. Tapi sepertinya Yi-ling tidak mau menuruti kemauan ayahnya menjadi seorang pengacara. Dia memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya, menjadi seorang guru.

Episode 24
Semakin hari A Lan semakin rajin ikut kunjungan, sampai mendaki gunung dan melewati lembahpun dia tidak kenal lelah. Melihat istrinya seperti ini, Guang-yuan hanya bsia mengeluh pada putri sulungnya. Tapi di balik semua ini, Guang-yuan juga masih sangat memperhatikan istrinya, dia menyuruh putra bungsunya untuk menjemput ibunya di depan gang juga menyuruh A Zhu menghangatkan sayur dan menyiapkan air hangat untuk A Lan mandi. Keesokan harinya, Guang-yuan juga suruh A Zhu untuk membangunkan istrinya agar sarapan dulu baru tidur kembali. Begitulah setiap hari Guang-yuan diam-diam memberi perhatian pada istrinya. Tapi dia tetap merasa kesibukan A Lan terlalu berlebihan, apalagi setelah mendengar bahwa Guru yang di Hualian ingin membangun rumah sakit besar. Hal membangun rumah sakit ini banyak sekali yang menentang, termasuk para komite serta relawan-relawan yang satu kelompok dengan A Lan. Karena tidak ada yang berani menasihati Guru, maka Gui-yu dan Li-hua menunjuk A Lan. Tapi malah sebaliknya, karena tersentuh dengan perkataan Guru, A Lan malah berjanji ingin berderma satu juta dolar. Karena itu, A Lan lebih giat lagi mengumpulkan derma.

Episode 25
Karena berjanji ingin menyumbang satu juta dolar, A Lan berjalan seharian tapi tetap saja tidak mendapatkan satu sen pun. Akhirnya A Lan terpaksa minta tolong pada teman-teman lamanya. Orang pertama yang dia kunjungi adalah Nyonya Wang. Kebetulan sekali, Nyonya wang dan teman-temannya sedang kekurang orang untuk main mahjong. Jika A Lan tidak mau menemani, maka Nyonya Wang tidak akan menyumbang sepersen pun. Demi mencukupi satu juta dolarnya itu, A Lan terpaksa melanggar janjinya pada suami dan anak-anaknya, dia terpaksa menemani Nyonya Wang main mahjong. Selain itu, mendapatkan derma dari tetangganya, A Lan bahkan rela menyusul ke klenteng. Setelah menyampaikan maksudnya, A Lan malah dicurigai oleh penjaga klenteng ingin merebut penghasilannya. Demi mengumpulkan derma, A Lan sudah mengalami berbagai ritangan. Dihina dan dimaki sudah tidak ada artinya lagi bagi A Lan. Dengan sepenuh hati dia hanya ingin bisa mengumpulkan derma untuk Guru membangun rumah sakit. Walau selelah apapun dia tetap berusaha melakukan kewajibannya.

Episode 26
Di saat A Lan merasa kecewa dan hendak putus asa, A Lan mendapat nasihat yang berharga dari Guru. Sejak itu, A Lan mulai berintropeksi diri, semua kegagalan yang pernah dia alami adalah kesalahannya sendiri. Keesokan harinya, dengan percaya diri penuh dan dandanan rapi, A Lan pergi mencari kenalan dari Nyonya Wang dan Nyonya Huang yang pernah menolaknya. Dengan sabar dan sopan, A Lan menjelaskan satu persatu maksud dan tujuan Tzi Chi. Hasilnya, A Lan berhasil memperoleh sumbangan sebesar 20 ribu dolar dari kenalan Nyonya Wang. Bahkan Nyonya Huang yang pernah memaki-makinya juga ikut menyumbang. Walau berhasil mengerjakan Tzu Chi, tapi A Lan kembali ke kehidupannya yang dulu, demi menjalin relasi untuk mendapatkan derma, A Lan jadi sering menemani teman-temannya bermain mahjong. Melihat istrinya mulai berjudi lagi, Guang-yuan yang akan dimutasi ke Penghu merasa tidak tenang meninggalkan A Lan di Taizhong bersama anak-anaknya. Oleh sebab itu, Guang-yuan ingin mengajak A Lan ikut ke Penghu.

Episode 27
Untuk merayakan kepergianya ke Penghu, Guang-yuan membawa anak-anaknya makan diluar tanpa A Lan. Supaya ayahnya tidak marah, maka Yi-ling pun mengucapkan kata-kata yang sedikit menyanjung ibunya. Karena penasaran, setelah makan Guang-yuan mengajak anak-anaknya pergi ke pos Tzu Chi mereka. Begitu melihat A Lan hanya bisa mencuci piring saja, Guang-yuan langsung marah-marah dan mengajak A Lan pulang. Dia kecewa, ternyata selama ini istrinya di Tzu Chi hanya bisa mencuci piring saja. Keesokan harinya, saat Guang-yuan berangkat ke Penghu, A Lan bahkan tidak mengantarnya. Tapi setelah mendengar suara Guang-yuan lewat telpon, A Lan merasa tidak tega dan menyusulnya. Begitu tahu istrinya menyusulnya, Guang-yuan marah-marah, tapi di dalam hatinya dia merasa senang. Sore harinya, dia mengajak A Lan jalan-jalan disepanjang pantai dan melihat matahari terbenam. Ini merupakan pertama kalinya mereka merasa begitu dekat selama puluhan tahun ini. Tapi kedekatan mereka ini tidak bertahan lama, keesokan harinya mereka kembali bertengkar seperti biasanya. Karena kesal, A Lan pun langsung pulang dan meninggalkan Guang-yuan sendirian di Penghu.

Episode 28
Demi membantu Guru membangun rumah sakit, A Lan mengerahkan seluruh kemampuannya, termasuk dalam soal materi. Dia sering mengambil uang tarikannya untuk disumbangkan. Selain itu, setiap bertemu orang, dia selalu menceritakan tentang dharma dan perjalanan Guru. Kelakuannya ini sering dip rotes Guang-yuan, apalagi soal membangun rumah sakit, Guang-yuan tidak percaya sama sekali bahwa impian ini bisa tercapai. Tapi beberapa waktu kemudian, A Lan mendapat kabar baik, tanah untuk membangun rumah sakit sudah ada. Tapi kebahagiaan ini tidak berlangsung lama, tiba-tiba Negara mengumumkan ingin mengambil alih tanah tersebut. Mendengar berita ini, A Lan serta teman-temannya merasa sedih. Begitu juga dengan Guang-yuan. Guang-yuan tidak habis pikir, keadaan seperti ini seharusnya menyenangkan baginya, tapi Guang-yuan sama sekali tidak merasa bahagia atas kejadian ini. Saat ingin menasihati A Lan agar berhenti mengerjakan Tzu Chi, tiba-tiba A Lan pulang dengan membawa kabar gembira, yaitu pemerintah berjanji akan segera mencarikan tanah untuk membangun rumah sakit tersebut.

Episode 29
A Lan semakin terjerumus dalam masalah keuangan. Sampai membayar gaji A Zhu saja dia harus pinjam dengan Yi-ling. Karena tidak ada jalan lain lagi, dia membujuk Li-hua agar membantunya mengumpulkan anggota tarikan. Tidak hanya itu saja, A Lan juga dijerumuskan oleh Nyonya Qian. Nyonya Qian minta A Lan jadi penjamin hutangnya. Untung saja A Lan kenal baik dengan Tuan Cai, sehingga A Lan tidak harus menandatangani surat jaminan dan bukti lainnya. Begitu tahu Nyonya Qian sudah tidak membuka usahanya lagi, A Lan bergegas mencari Tuan Cai untuk memberitahu hal ini, dia merasa bertanggung jawab dan bersalah pada Tuan Cai. Sehari demi sehari, Nyonya Wang banyak membantu A Lan mencari anggota derma. Karena itu, A Lan merasa tidak enak menolak ajakannya untuk main Mahjong, termasuk pergi ke kasino. Beberapa waktu kemudian, Tuan Cai mencari A Lan dan marah-marah karena Nyonya Qian melarikan diri. Tuan cai minta tolong pada A Lan untuk mencari tahu tentang Nyonya Qian. Karena merasa tidak enak terhadap Tuan Cai, A Lan berjanji akan membantunya membayar hutang. Walau tidak enak menerima uang dari A Lan, tapi apa boleh buat, Tuan Cai sendiri juga sedang kesulitan uang. Oleh sebab itu dia menerima uang A Lan.

Episode 30
Dengan susah payah A Lan mengumpulkan seratus ribu dolar. Tapi A Lan terpaksa memberikan uang itu pada Tuan Cai. Karena tidak tahu harus bagaimana lagi, A Lan ingin merundingkan masalah ini pada Yi-ling. Tapi melihat Yi-ling bekerja sampai malam dan lelah, A Lan jadi tidak tega dan mengurungkan niatnya. Di dalam otak A Lan hanya terlintas kasino yang pernah diajak pergi oleh Nyonya Wang. Awalnya A Lan memang menang terus. Tapi tidak lama kemudian, pemilik kasino itu mengerahkan orangnya untuk memenangkan semua uang A Lan. Karena tidak mau mengaku kalah, malam-malam A Lan mengetuk pintu rumah Li-hua untuk pinjam uang. Setelah tahu A Lan pergi meminjam uang, pemilik kasino tersebut menawarkan pinjaman pada A Lan. Sehari demi sehari, hutang A Lan semakin banyak. Hingga suatu hari, Li-hua memberitahunya bahwa kasino tersebut sudah disergap polisi. Oleh sebab itu, A Lan merasa lega. Dia tidak perlu cemas untuk membayar hutang-hutang itu lagi. Karena ingin menghindari Nyonya Wang, A Lan melarikan diri ke Penghu. Melihat A Lan tiba-tiba ada di sana, Guang-yuan merasa terkejut sekaligus senang. Apalagi setelah mendengar A Lan berjanji pada Master tidak akan berjudi lagi.

5 Balasan ke Menggapai Harapan ep.21-30

  1. fullempty mengatakan:

    Saya sangat suka serial Pelangi Kehidupan. Dan sekarang, saya sedang mengikuti serial Menggapai Harapan. Mau nanya, Menggapai Harapan tamat di episode berapa?

  2. daaitvindonesia mengatakan:

    62 Episode

  3. Devie M. Tavip mengatakan:

    Sekarang aku gak pernah kerja lembur sampai malem lagi, soalnya ada yang ditunggu di DAAI TV,
    Drama “Menggapai Harapan” Cerita nya bagus, bikin penasaran terus, Selain peran yang dibawakan A Lan aku suka juga peran yang dibawakan pembantunya A Zhu, lucu, berani, kadang Sok tau tapi walau begitu sepertinya dia tetap mengerjakan tugas-tugasnya sebagai pembatu dengan baik
    Oke DAAI TV Terima kasih dengan tayangan-tayangan nya Semoga Sukses.

  4. eka mengatakan:

    Kebetulan saya dan keluarga senang sekali Drama Kasih Sepanjang Masa, kalau boleh daai tv bersedia memutarnya kembali..

    Tp, semua drama yg diputar disini bagus.dan baik sekali untuk memberika inspirasi kepada penonton.

  5. rani mengatakan:

    menggapai harapan,,
    cerita yang sangat menyentuh,,
    tpi dibuat menarik dengan adegan2 lucu..
    dengan kepolosan a-lan dan pak wang…
    bagus bngdh,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: