Berkah Kehidupan ep.1 – 10

福裕人生 / Berkah Kehidupan

Alkisah ada sebuah keluarga yang mempunyai 3 orang putra dan 2 orang putri. Diantaranya ada yang 2 orang putra yang bernama Sie Fu Yu dan Sie Rong Hua, mereka berdua sangatlah berbakti. Adapun Sie Fu Yu adalah seorang anak laki-laki yang sangat jujur dan pekerja keras, sedangkan Sie Rong Hua adalah seorang anak laki-laki yang sangat cerdik dan ceria. Dan hubungan mereka dua bersaudara sangatlah akrab dan baik.
Dikarenakan penyakit ayah mereka maka mereka pun pindah dari Luo Tong ke Hua Lian dan tinggal di rumah kakak pertamanya, tetapi keadaan ekonomi kakak-kakaknya juga kurang menunjang untuk menanggung biaya sekolah mereka, keduanya adalah murid-murid yang cerdas dan sering mendapat pernghargaan dan piagam dari sekolah hasil prestasi mereka.

Akhirnya setelah tamat dari SMP maka Sie Fu Yu magang di sebuah toko pembuat setelan Jas, dan karena keuletan dan kerajinannya jugalah maka Majikan dari toko tempat dia magang membiayai sekolah SMU-nya. Tetapi tidak lama kemudian Ayah mereka meningal dan berpesan agar memberikan sebuah rumah yang tahan topan untuk Ibu mereka. Dan Adiknya Sie Rong Hua juga memutuskan untuk tidak melanjutkan ke SMU dan bekerja magang di sebuah Restoran di Hua Lian. Tidak lama magang di restoran di Hua Lian akhirnya Sie Rong Hua memutuskan untuk berjuang di TaiPei agar bisa lebih cepat mengumpulkan uang untuk mewujudkan cita-cita Ayah mereka. Tidak lama setelah A Hua memutuskan untuk berjuang di TaiPei akhirnya A Yu juga lulus magang dan membuka usaha kecil-kecilan di rumah dengan bantuan dari kakak-kakaknya.

Dikarenakan kepergian ayah, maka ibu mereka sangat bersedih sehingga kakak ipar A Hua dan A Yu memutuskan untuk mengajak ibu mereka untuk menjadi sukarelawan untuk membersihkan klinik sosial Tzu Chi di Hua Lian, dan di mulai dari saat itu jugalah Ibu mereka secara tidak sadar telah menjalankan dan menerapkan dharma dan ajaran dari Tzu Chi didalam kehidupan mereka berdua.

Perjuangan A Hua dan A Yu tidaklah sia-sia karena tidak lama kemudian sebelum A Yu berangkat menjalankan Wajib Militer, mereka berdua telah memutuskan untuk mencicil sebuah rumah untuk ibu mereka. Seiring dengan berjalannya waktu usaha mereka berdua juga semakin lancar dan juga telah membangun keluarga masing-masing
Tetapi dikarenakan oleh ketamakan mereka berdua jugalah sehingga ibu mereka bersedih dan akhirnya mengalami stroke, tidak lama kemudian ibu mereka pun meningal dunia. Dan demi bakti mereka, mereka pun melanjutkan kegiatan ibu mereka di Tzu Chi, yaitu melakukan kegiatan daur ulang, salah satu kegiatan dari Yayasan Tzu Chi dalam menjaga kelestarian alam semesta ini. Dengan semakin mendalami kegiatan Tzu Chi jugalah maka kedua kakak beradik ini menjadi semakin bijaksana dan tidak lagi merasa tidak berpuas hati……

Episode 1
A Yi dan A Hua yang masih kecil sangat nakal. Meski demikian, mereka berdua sangat akrab dan saling menjaga. Setiap kali melakukan suatu kenakalan, mereka berdua akan saling menutupi. Meski demikian, mereka juga merupakan anak yang baik. Ayahnya, Ashou sangat menyayangi mereka. Apapun akan dilakukan demi anaknya seperti saat A Hua masuk rumah sakit, ayahnya menjual barang-barang kesayangannya untuk membayar biaya rumah sakit. Sayang, ayahnya terinfeksi kuman di kaki sehingga masuk rumah sakit dan dokter mengatakan harus dioperasi.

Episode 2
Karena keterbatasan biaya, keluarganya memutuskan untuk pindah dari Luo Tong ke Hwalien supaya bisa tinggal bersama dengan anaknya, Musheng. Musheng sendiri hidup pas-pasan tetapi dia sangat berbakti pada orang tua. Hwalien terkenal dengan banyak angin topannya. Suatu kali, tempat dagangan Musheng rusak diterjang angina topan, ayahnya Ashou ikut mengeluarkan uang hasil penjualan kerbau untuk memperbaiki atap yang rusak. Dari sini, A Hua mulai belajar untuk mencari uang sendiri dengan menjual manisan buah dari buah-buahan yang hampir busuk ke teman-temannya di sekolah.

Episode 3
A Yi mendapatkan penghargaan karena juara I di kelas 3 SMP. Pada saat A Yi menerima penghargaan, ayahnya berjalan kaki dari satu tempat ke tempat yang lain mencarikan tempat magang untuk A Yi. Karena tidak bisa membiayai anaknya ke SMU, ayahnya bertekad untuk mencarikan tempat magang yang baik untuknya. Impiannya untuk melanjutkan sekolah hancur tatkala mengetahui ayahnya tidak mampu membiayai sekolahnya. Sedih dengan itu, piagam yang baru diterimanya disobeknya.

Episode 4
Kesal karena tidak bisa melanjutkan sekolah, A Yi melampiaskannya dengan merokok. Saat kedapatan ada rokok di kamar mereka, A Hua berusaha menutupi dengan mengatakan itu rokoknya sehingga A Hua dipukuli tetapi akhirnya ketahuan juga. Setelah mengetahui bahwa ayahnya juga sangat sedih karena tidak bisa menyekolahkan dia, A Yi akhirnya meminta maaf dan magang di tempat menjahit. Ayahnya yang sangat merindukan A Yi berulang-ulang mengecek ke tempat kerja A Yi untuk memastikan anaknya dalam keadaan sehat.

Episode 5
Gaji pertama A Yi yang 30 dolar sebulan langsung diserahkan pada Ayahnya. Berkat semangatnya yang begitu kuat untuk belajar, majikan A Yi, Tuan Chiu memutuskan untuk menyekolahkan A Yi ke SMU di malam hari. Melihat A Yi yang beruntung, seniornya di tempat menjahit merasa iri dan terancam sehingga mencari berbagai akal untuk menyiksa A Yi. Untungnya, hal ini diketahui Tuan Chiu dan senior itu akhirnya dipecat.

Episode 6
Topan dan hujan kembali melanda. A Yi diijinkan majikannya untuk pulang ke rumah melihat kondisi rumah. Ayahnya, Ashou yang melihat A Yi kembali mengusir A Yi untuk pulang ke tempatnya magang. A Yi mengira ayahnya tidak ingin A Yi pulang ternyata ayahnya tidak ingin A Yi tahu kalau rasa sakit di kakinya kambuh kembali.
Setiap beberapa hari, Ashou selalu mengunjungi A Yi untuk melihat kondisi anaknya. Ashou selalu mendoakan agar anaknya bisa tumbuh sehat selamat dan sejahtera sesuai nama Fu Yi yang diberikannya pada A Yi. Sayang sekali, Ashou terjatuh dan meninggal. Sebelum meninggal, Ashou berpesan pada anaknya untuk membangun sebuah rumah yang tahan topan untuk Ibunya.

Episode 7
Untuk menghibur Ibunya yang sedih, Wenthu dan Siufeng mengajak ibu dan mertuanya untuk menjadi relawan di klinik Tzu Chi. Setelah lulus SMP, A Hua memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Dengan usaha sendiri, dia mendapatkan pekerjaan untuk magang di sebuah restoran. Dia berhasil meyakinkan koki di restoran tersebut untuk diterima bekerja di sana. Semula Ibunya menolak untuk menyetujuinya tetapi karena memang kondisi keluarga yang tidak mampu, akhirnya Ibunya terpaksa menyetujui hal ini.

Episode 8
A Yi dan A Hua masing-masing bekerja dan belajar dengan giat di tempat kerja mereka. Keduanya sangat tekun dan dengan cepat disukai rekan kerja mereka. Suatu kali, Tuan Chen manajer sebuah bank menjamu tamunya di Restoran Han Kong tempat A Hua magang. Pesanan Tuan Chen berupa Rebung Terumbu Karang hanya bisa disiapkan oleh koki Chang tetapi kebetulan koki Chang tidak ada di tempat. A Hua mengambil inisiatif untuk menyiapkan dan hasil masakannya dipuji tamunya.

Episode 9
Kelancangan A Hua diketahui kokinya dan dia dihukum mencuci sayur dan piring dan tidak diperbolehkan masuk dapur karena melanggar kode etik sebagai orang baru. Teman A Hua di tempat magang, Awen pindah ke Taipei dan dia mengajak A Hua untuk ikut ke sana karena Taipei diyakini lebih menjanjikan. A Hua sangat tertarik tapi dilarang ibunya. Tapi A Hua tidak putus asa, berbekal keyakinan diri, A Hua nekat meninggalkan rumah menuju ke Taipei.

Episode 10
A Hua nekat ke Taipei tetapi Awen ternyata tidak bekerja di restoran yang ditunjukkannya ke A Hua sehingga A Hua tersesat di Taipei. Keluarganya yang membaca surat yang ditinggalkan A Hua panic. A Yi memutuskan untuk mencari A Hua ke Taipei. Sementara di Taipei, A Hua harus mencoba berbagai macam akal untuk bertahan karena uangnya hanya tersisa 4 dolar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: