Menggapai Harapan synopsis ep.1 – 10

Sinopsis Menggapai Harapan
( 窗外有藍天 )

Sejak kecil A Lan yang bernama lengkap Huang Xiu-lan sudah vegetarian, sejak kecil dia bercita-cita ingin menjadi biksuni. Dia adalah gadis polos yang baik, lembut, ramah dan pandai berdagang. Setiap hari dia membantu ibunya menjaga toko payung milik keluarganya. Di usianya yang masih belia, dia sudah banyak menarik hati para orangtua untuk dijadikan menantu. Tidak terkecuali pemuda yang tinggal di seberang rumahnya, Wang Guang-yuan. Guang-yuan berasal dari keluarga terpandang di Xiamen. Karena penjajahan, Guang-yuan terpaksa pindah ke Taiwan dan tinggal bersama pamannya yang seorang pengusaha. Walau menyukai A Lan, Guang-yuan tidak berani mengungkapkan isi hatinya, mengingat latar belakang keluarga yang baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Terutama ibu A Lan yang sangat membenci para pendatang seperti Guang-yuan. Namun pada akhirnya, Guang-yuan berusaha keras untuk memperjuangkan cintanya, dan berhasil menikahi A Lan. Karena keluarga Wang Guang-yuan adalah keluarga terpandang, maka A Lan terpaksa harus melayani para ibu pejabat yang kerjaannya hanya shopping dan main mahjong. Awalnya A Lan hanya menemani mereka saja, tapi akhirnya dia sendiri yang ketagihan main mahjong. Sampai jarang mengurus anak dan suaminya. Sampai sudah menjadi insan Tzu Chi pun dia masih mencari uang derma sambil main mahjong. Bahkan pernah sampai rumahnya terpaksa dijual untuk membayar hutang rentenir di kasino.Akhirnya dia sadar telah menyusahkan keluarganya. Dia pun bertobat dan memusatkan perhatian pada pekerjaan Tzu Chi. Sedangkan, Guang-yuan dengan sabar menerima semua kelakuan A Lan dengan apa adanya dan menjadi suami yang setia menemani dan memberi dukungan pada istrinya.

Episode 1
Huang-Xiu-lan adalah gadis yang baik, rajin serta pandai berdagang. Selain itu, dia juga gadis yang lemah lembut dan baik hati. Sejak masih kecik dia sudah vegetarian dan bercita-cita ingin menjadi biksuni. Keluarganya membuka toko payung. Di umurnya yang belia sudah banyak keluarga yang ingin meminangnya menjadi menantu. Tidak terkecuali Wang Guang-yuan, pemuda yang tinggal diseberang rumahnya. Wang Guang-yuan berasal dari keluarga terpandang di Xiamen. Karena penjajahan, keluarganya pindah ke Taiwan. Walau sudah lama menyukai A Lan, tapi Guang-yuan hanya memendamnya dalam hati. Karena dia paham sekali, mereka dari keluarga yang berbeda. Baik dari segi materi maupun pendidikan. Lagi pula ibu A Lan, Mei-zhi sangat tidak suka dengan seorang pendatang. Perasaan Guang-yuan ini hanya diketehui oleh sepupu sekaligus teman dekatnya, You-sheng. Karena ingin putri bungsu kesayangannya mendapatkan pasangan yang baik, Mei-zhi sangat pemilih dalam memilih menantu. Meski teman baiknya, A Ngo sering datang melamar pun, Mei-zhi masih belum menyetujuinya. Tapi dibalik itu, Mei-zhi juga takut putrinya menjadi biksuni. Bagaimana pun dia harus menikahkan putrinya ini.

Episode 2
Walau sangat mengharapkan A Lan bisa menikah, tapi Mei-zhi juga sedikit merasa khawatir. Jika A Lan menikah, kelak siapa yang akan mengurus toko payungnya, kelak siapa yang akan mencari nafkah hidup. OLeh sebab itu, Mei-zhi berharap setelah menikah A Lan masih bisa pulang setiap hari untuk menjaga toko. Setelah mendengar persyaratan ini, A Ngo sempat ragu. Tapi demi mendapatkan menantu sebaik A Lan dia tidak mau banyak pertimbangkan lagi. A Ngo segera menyuruh Jin-sheng, putranya untuk lebih agresif mengejar A Lan. Demi bisnis keluarga, paman dan bibi Guang-yuan ingin menjodohkan Guang-yuan pada paman A Lian, pengusaha besar dalam sektor perkayuan. Tapi mengenai hal ini, Guang-yuan sama sekali tidak tertarik. Agar Guang-yuan bisa mendekati A Lan, You-sheng mengirim sepucuk surat atas nama Guang-yuan. Setelah tahu hal ini, Guang-yuan marah-marah pada You-sheng dan menjadi tidak enak bertemu A Lan. Akhirnya Guang-yuan memberanikan diri untuk menulis surat pernyataan maaf pada A Lan.

Episode 3
Agar berhasil mendapatkan A Lan, Mak comblang menyarankan Jin-sheng mengajak A Lan pergi nonton. Karena Jin-sheng tidak berani mengatakan pada A Lan, maka You-sheng berteriak lewat jendela. Begitu didengar A-zhen, dia juga mau ikut. Agar Guang-yuan ada kesempatan juga, You-sheng mengajaknya ikut bersama. Saat pulang, You-sheng mengatur kesempatan agar Guang-yuan pulang berduaan dengan A Lan. Di perjalanan pulang, Guang-yuan tanya pada A Lan apa dia menyukai Jin-sheng. Jawaban A Lan membuatnya senang sekaligus kecewa, A Lan bilang, seumur hidup dia tidak ingin menikah dan mau jadi Biksuni. Tapi You-sheng menasihati Guang-yuan agar tidak menyerah. Karena ingin A Lan berhenti Vegetarian, saat jalan-jalan You-sheng sengaja memesan sup daging. Tapi saat menambah kuah sup, A Lan melihat ada daging, dia marah sekaligus kesal pada Guang-yuan. Kejadian ini juga mengundang rumor, para tetangga menggosipkan A Lan berhenti vegetarian demi Guang-yuan. Hal ini juga membuat ibu Jin-sheng, A Ngo jadi kecewa pada A Lan.

Episode 4
Agar Guang-yuan tidak bertemu A Lan lagi, maka ibu A Lan tidak mengijinkan A Lan menjaga toko. Tapi hal ini malah mengundang gosip. Para tetangga heran, kalau memang tidak ada apa-apa antara A Lan dan Guang-yuan mengapa ibu A Lan, Mei-zhi, mengurung A Lan di dalam rumah. Kejadiannya malah bertambah rumit. Karena A Lan menghindar terus, satu-satunya jalan bagi Guang-yuan adalah mengirim surat. Setelah tahu hal ini, Mei-zhi marah dan mengembalikan semua surat itu. Dia juga minta agar Guang-yuan jangan mengirim surat lagi. Karena gosip A Lan dan Guang-yuan sudah mereda. Jin-sheng tidak menyerah, atas anjuran Mak comblang, Jin-sheng melamar A Lan secara resmi. Di perjalanan pulang dari rumah sakit, A Lan dan ayahnya bertemu Guang-yuan. Lewat kesempatan ini, ayah A Lan menjelaskan tentang surat yang dikembalikan itu sebenarnya bukan maksud A Lan. Ayah A Lan juga bilang, jika diri Guang-yuan suka A Lan, dia tidak akan melarangnya. Setelah memikirkan perkataan ayah A Lan, Guang-yuan minta tolong pada bibinya untuk melamar.

Episode 5
Paman Guang-yuan marah setelah tahu Guang-yuan ingin melamar A Lan. Seluruh keluarga tidak setuju dengan Guang-yuan, hanya You-shenglah satu-satunya yang mendukung Guang-yuan. Karena tidak mau mendapat malu, paman Guang-yuan menyuruh bibinya yang pergi sendiri. Setiba di rumah A Lan, mereka tidak disambut baik oleh Mei-zhi, mereka diminta agar tidak kembali lagi. Tapi kedatangan mereka tidak sia-sia, ayah A Lan menyambut baik mereka dan minta Guang-yuan pertimbangkan dengan matang terlebih dahulu apakah benar ingin menikahi A Lan. Begitu tahu Guang-yuan kesulitan melamar A Lan, istri Komandan membawa teman-temannya untuk membantu Guang-yuan. Tapi tetap saja ditolak oleh ibu A Lan. Bahkan ibu-ibu pejabat yang bisa berbahasa Taiwan pun tetap ditolak Mei-zhi. Karena tidak ada Mak comblang yang berhasil, Guang-yuan memutuskan untuk menyampaikan isi hatinya secara langsung, tapi A Lan menolaknya dengan alasan ibunya tidak setuju. Guang-yuan tidak putus asa sedikitpun, dia minta tolong pada Mak comblang Jin-sheng untuk melamar A Lan. Akhirnya ibu A Lan merubah pendiriannya dan mengijinkan mereka untuk pacaran dulu.

Episode 6
Awalnya A Lan khawatir apakah dirinya bisa mengimbangi gaya hidup Guang-yuan. Saat bertemu di rumah Kakak Guang-yuan, A Lan tidak bisa apa-apa, dia tidak bisa berdansa dan main mahjong. Karena merasa tidak bisa apa-apa, A Lan minta agar Guang-yuan mempertimbangkan lagi keputusannya. Tapi dengan tanpa ragu Guang-yuan mengatakan bahwa cintanya hanya untuk A Lan dan hanya ingin menikah dengan A Lan. Setelah menikah, A Lan diijinkan pulang menjaga toko dan makan di rumahnya sendiri. Perlahan-lahan A Lan mulai berbaur dengan pada istri pejabat, dia juga diajari main mahjong dan diajak berbelanja. A Lan yang awalnya tidak suka kehidupan seperti ini, perlahan-lahan ikut menikmati juga. Guang-yuan juga berjanji akan mengajari A Lan banyak hal yang dia tidak tahu. Tidak lama setelah menikah, A Lan mengandung. Begitu tahu sudah akan menjadi ayah, rasa sayang Guang-yuan pada A Lan bertambah, dia tidak mengijinkan A Lan kerja berat.

Episode 7
Setelah putra pertama mereka lahir, A Lan istirahat di rumah ibunya. Dalam hal mengasuh anak, Guang-yuan selalu selisih pendapat dengan ibu mertuanya. Guang-yuan lebih memilih cara moderen, tapi ibu mertuanya lebih memilih cara tradisional. Ini membuat A Lan serba salah, disamping takut ibunya tidak senang dia juga takut Guang-yuan marah. Suatu hari, karena terlalu banyak diberi minum obat herbal, anak mereka mengalami diare. Tidak lama setelah di rawat dirumah sakit, putra pertama mereka meninggal. Hal ini membuat Guang-yuan sedih, begitu juga dengan A Lan. Tapi ibu A Lan malah merasa tidak bersalah, dan berkata jika anaknya terus diberi minum obat ramuan itu mungkin hal ini tidak akan terjadi. Setelah mendengar kata ini, Guang-yuan tambah kesal, dia ingin mengajak A Lan pulang ke rumahnya. Dia ingin A Lan keluar dari lingkungan hidupnya yang sekarang, terutama dari pengaruh ibunya. Akhirnya Guang-yuan baru sadar, menyatukan dua orang yang cara hidupnya berbeda memang tidak gampang.

Episode 8
Sejak kematian putranya, Guang-yuan jadi benci dengan ibu mertuanya. A Lan menjadi serba salah, disamping ingin menuruti kata-kata suaminya, dia juga ingin berbakti pada ibunya. Jika A Lan dilarang kembali ke rumahnya lagi, maka ibunya berencana untuk menutup toko payungnya karena tidak ada yang membantu. Dengan kata lain, ibu A Lan tidak ingin A Lan pergi dari toko payung itu. Tapi Guang-yuan benar-benar tidak ingin pergi ke rumah A Lan lagi, dia bahkan tidak mau makan masakan dari rumah A Lan. Menghadapi situasi seperti ini, A Lan jadi bimbang bagaimana caranya agar bisa jadi istri yang baik. Untung saja, Guang-yuan tidak banyak menuntut, bagi Guang-yuan, A Lan cukup hanya melakukan dua hal saja. Yaitu belajar bahasa Mandarin dan belajar memasak. Oleh sebab itu, setelah pulang dari tokonya, A Lan pergi ke rumah kakak Guang-yuan untuk belajar memasak, malamnya belajar Mandarin dengan suaminya. Tapi selain belajar memasak, A Lan juga harus menemani para istri pejabat yang bertamu ke rumah kakaknya untuk main mahjong.

Episode 9
Karena A Lan sudah belajar masak, maka Guang-yuan mengundang Kepala sekolah untuk coba kepiting masakan A Lan. Tapi Kepala sekolah harus kecewa karena masakan A Lan sama sekali tidak enak dan tidak enak dilihat. A Lan bahkan membuang semua telur kepiting karena dia anggap kotoran. Setelah Kepala sekolah pulang, Guang-yuan kesal dan merobohkan sepeda yang parkir di depan pintunya. Sepanjang malam mereka bertengkar karena hal ini. Melihat keponakannya begitu sedih, bibi Guang-yuan menyarankan agar Guang-yuan secepatnya bercerai dengan A Lan. Tapi karena terlanjur sayang, Guang-yuan mengurungkan niatnya, A Lan juga berjanji akan menjadi istri yang sesuai dengan keinginan suaminya. Demi kebahagiaan putrinya, ayah A Lan memutuskan untuk menutup toko payungnya agar A Lan bisa sepenuh hati menjaga rumah tangganya. Tapi A Lan tidak setuju dan tidak rela melepas semua ini. Tapi walau bagaimanapun A Lan menolaknya, ayahnya dan ibunya tetap tidak setuju, mereka ingin A Lan konsentrasi pada keluarganya sendiri.

Episode 10
Saat Guang-yuan pulang untuk makan siang, A Lan belum selesai masak, bahkan belum mulai sama sekali. Karena itu, bibi Guang-yuan menyarankan agar mereka berdua makan bersamanya. Untuk membalas kebaikan bibinya, Guang-yuan menyuruh A Lan membantu bibinya jaga Hotel. Tidak lama membantu bibinya, A Lan hamil lagi. Karena tidak ingin A Lan terlalu lelah, Guang-yuan tidak mengijinkan dia membantu bibinya lagi, Guang-yuan bahkan meminta pembantu Kakaknya untuk merawat A Lan. Saat A Lan hamil, ibunya memutuskan untuk menutup toko payung keluarganya. Dalam hati, A Lan sangat tidak rela dengan toko itu, tapi apa boleh buat, ibunya sudah tidak sanggup merawat toko itu. Beberapa tahun kemudian, A Lan dikarunia empat orang anak. Seperti tahun –tahun sebelumnya, A Lan menjadi makelar rumah yang berhasil. Sekali menjual rumah, komisi yang A Lan peroleh lebih besar dari gaji Guang-yuan. Selain itu, A Lan juga berlarut menemani para istri pejabat tersebut main mahjong, sampai-sampai dia sendiri ketagihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: