Cermin Ketulusan – synopsis ep.21 – 27(end)

Episode 21 :

Angin topan yang mendera wilayah Taiwan bagian timur menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada RS Che Ci cabang Yi Li. Namun, hal ini tidak memadamkan semangat tim medis RS tersebut. Dengan fasilitas yang seadanya, mereka tetap melakukan praktek. Semua karyawan di RS Yi Li sudah menganggap pasien sebagai keluarga sendiri. Selain itu, para relawan Che Ci juga tidak henti – hentinya mengunjungi pasien – pasien yang rumahnya terkena dampak angin topan.

Episode 22 :

Pasca angin topan menimbulkan kerusakan yang parah. Banyak jalan yang rusak dan rumah warga yang roboh. Akibatnya banyak pasien yang tidak bisa datang untuk berobat. Karena itu RS Yi Li mengutus beberapa dokter untuk mengunjungi rumah pasien dan membawakan obat untuk mereka.
Selain itu, keadaan RS Yi Li yang rusak berantakan di terjang angin membuat Master dan pimpinan di RS pusat memutuskan untuk membangun sebuah RS baru di Yi Li. RS yang direncanakan untuk dibangun tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Dengan demikian diharapkan para dokter bersedia menetap di Yi Li.
Sementara itu, Siu Cin semakin aktif dalam kegiatan kunjungan ke rumah pasien. Ia bahkan berencana menarik suami dan anaknya ikut dalam kegiatan tersebut.

Episode 23 :

Seorang anak bernama Chiang Chiang menjalani rehabilitasi di RS Che Ci cabang Yi Li. Sejak mengalami kecelakaan, anak itu menderita kelumpuhan sehingga harus menjalani terapi pemulihan. Keadaannya membuat kedua orang tuanya menjadi sering bertengkar dan saling menyalahkan. Tetapi, Chiang Chiang adalah anak yang tegar. Di bawah bantuan para suster, Ia menjalani terapi dengan tekun.
Para relawan Che Ci yang ada di RS Yi Li menghadapi kasus baru. Kali ini mereka mengunjungi seorang nenek lumpuh yang menderita penyakit asma. Suami nenek itu bisu sedangkan kedua anaknya adalah penderita cacat mental. Karena kurang mendapatkan perhatian, nenek itu terpaksa harus berbaring di atas ranjang selama 14 tahun.
Di saat yang sama, RS Che Ci cabang Yi Li mengadakan perayaan ulang tahun yang kedua. Acaranya diisi dengan pertunjukan bahasa isyarat dan perlombaan dekorasi. Perayaan tersebut juga dihadiri oleh Master Cheng Yen.

Episode 24 :

Relawan Che Ci yang ada di RS Yi Li kembali menangani kasus baru. Kali ini mereka menangani seorang pasien yang bernama A Hua. Karena disirami asam belerang, A Hua menjadi buta dan mengalami luka bakar. Ini membuatnya menjadi rendah diri. Karena itu, para relawan Che Ci terus mengunjunginya untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Sayangnya, A Hua memiliki seorang kakak yang pengangguran. Kakaknya bukan hanya tidak memberi dukungan padanya, bahkan sering memukulinya dan merampas uangnya.
Sementara itu, demi membangun sebuah RS baru di Yi Li para relawan Che Ci mulai mengumpulkan dana. Mereka melakukannya dengan meminta sumbangan dan mengadakan bazar.

Episode 25 :

Demi meningkatkan kegiatan pelayanan masyarakat, RS Che Ci cabang Yi Li memutuskan untuk bergabung dengan TIMA (Tzu Chi International Medical Association). TIMA bertujuan mengadakan pengobatan massal berskala besar bagi penduduk miskin yang tinggal di daerah terpencil. Lokasi kegiatan kali ini adalah Yi Li. Karena itu, RS Che Ci cabang Yi Li diberi tanggung jawab dalam memilih lokasi diselenggarakannya kegiatan tersebut.
Sementara itu, di bawah dukungan dari para relawan Che Ci, A Hua (pasien luka bakar) semakin optimis dalam menghadapi penyakitnya. Dengan bujukan relawan Li Ching, Ia bahkan bersedia tampil untuk bernyanyi di hadapan siswa – siswa Akademi Keperawatan Che Ci.

Episode 26 :

Walaupun pada mulanya banyak halangan yang menghadang, tapi di bawah usaha keras para dokter dan relawan, kegiatan pengobatan massal yang diadakan oleh TIMA akhirnya berjalan lancar.
Sementara itu jadwal pembangunan RS baru di Yi Li semakin dekat. Karena itu para karyawan RS Che Ci cabang Yi Li mengadakan kegiatan seminar yang tujuan utamanya adalah memberi penjelasan dan pelaporan pada warga. Selain itu, juga sudah dibuat rencana perekrutan, training karyawan dan kegiatan kunjungan ke rumah – rumah warga. Semua itu merupakan langkah persiapan agar setelah pembangunan selesai, RS tersebut bisa langsung beroperasi dengan lancar.

Episode 27 :

RS baru di Yi Li akhirnya rampung juga. Pada hari peresmiannya, diadakan pertunjukan tarian rakyat dan bahasa isyarat. Banyak dokter dan warga sekitar yang datang berkunjung.
Tidak lama kemudian, tim medis dari RS Yi Li pun resmi pindah ke RS baru tersebut. Selain itu, juga banyak dokter yang berasal dari RS pusat di Lien. Namun mereka mengalami kendala baru. Banyak karyawan yang merasa sulit menyesuaikan diri sehingga merasa tertekan. Selain itu, ada pasien yang merasa ragu untuk menjalani operasi di RS tersebut. Mereka lebih memilih untuk menjalani operasi di RS yang ada di kota besar.

Episode 28 :

RS baru yang dibangun di Yi Li secara perlahan – lahan mulai beroperasi dengan normal. Walaupun ada karyawan baru yang mengundurkan diri, tetapi sebagian besar karyawan lama tetap bertahan. Selain itu beberapa pasien yang menjalani operasi besar berhasil sembuh kembali. Ini semakin mempertebal rasa kepercayaan yang ada di hati masyarakat. Para tim medis di RS tersebut bagaikan pelita di tengah kegelapan yang memberikan harapan dan kasih tak terbatas bagi semua penduduk Yi Li.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: