Cermin Ketulusan , synopsis 11 – 20

Episode 11 :

 

Untuk membuat para pasien merasa lebih nyaman dan diperhatikan, Sin Ciau mengambil kebijakan baru. Ia meminta bantuan para relawan dan suster di RS Yi Li untuk menemani pasien yang berada di ruang tunggu untuk ngobrol dan bermain. Cara ini ternyata efektif, pasien yang datang berobat mulai merasa nyaman, suasana di RS pun berubah. Sayangnya Siu Cin tidak bisa menyesuaikan diri terhadap langkah baru yang diambil tersebut. Ia menganggap itu adalah tindakan sia – sia dan menghabiskan waktu.

 

 

Episode 12 :

 

Cara baru yang ditempuh RS cabang di Yi Li untuk membuat para pasien yang datang berobat bisa merasa nyaman berhasil dengan baik. Sayangnya RS itu tetap kekurangan tenaga medis. Ini lantas menimbulkan masalah baru. Para dokter dan suster terpaksa dituntut untuk bekerja lembur. Hal ini membuat mereka menjadi kelelahan, terutama Siu Cin. Posisinya menjadi serba sulit karena terjepit di tengah – tengah anrtara bawahan dan atasannya. Ini membuat emosinya menjadi tidak stabil yang akhirnya meledak menjadi pertengkaran.

 

 

Episode 13 :

 

Siu Cin perlahan – lahan akhinya mulai bisa menyesuaikan diri dengan keadaan di rumah sakit. Para dokter dan suster yang ada juga bekerja keras agar bisa mengatasi masalah kekurangan tenaga. Sementara itu, rencana  Che Ci akhirnya bisa dijalankan. Para relawan yang ada mulai melakukan kunjungan – kunjungan ke rumah pasien. Sayangnya fasilitas di RS cabang Yi Li masih kurang memadai sehingga bagi pasien yang memerlukan pertolongan darurat, tetap harus dibawa ke RS pusat di Hua Lien.

 

 

Episode 14 :

 

Selain masalah fasilitas yang kurang memadai, RS cabang Che Ci yang ada di Yi Li menyadari masalah baru yang membutuhkan penanganan. Penduduk yang ada di Yi Li sebagian besar adalah orang tua dan anak kecil. Sedangkan orang muda kebanyakan sudah pindah ke kota lain. Akibatnya mereka tidak memiliki pengetahuan yang memadai di bidang kesehatan. Hal ini membuat Sin Ciau mengambil keputusan untuk mengadakan seminar kesehatan dan pengobatan gratis bagi penduduk miskin yang bermukim di daerah – daerah terpencil. Ia meminta kesediaan seluruh karyawan RS untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan seminar tersebut.

 

 

Episode 15 :

 

Kegiatan seminar keliling dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh RS Che Ci cabang Yi Li diadakan seminggu sekali. Hal ini terasa memberatkan bagi sebagian karyawan RS tersebut sehingga banyak yang tidak bersedia ikut. Tapi di bawah usaha keras Sin Ciau, Siu Cin dan Dokter Cang, kegiatan seminar tersebut akhirnya bisa berjalan lancar. Selain itu, para karyawan juga mulai bisa menyadari makna dan arti penting dari kegiatan seminar tersebut.

 

 

Episode 16 :

 

RS Che Ci cabang Yi Li mengeluarkan kebijakan baru. Setelah kegiatan seminar berjalan dengan lancar, Sin Ciau mengusulkan untuk menambah kegiatan baru berupa kunjungan ke rumah – rumah pasien. Kebijakan baru ini ternyata cukup disambut oleh karyawan RS tersebut. Mereka bersedia melakukan kunjungan ke rumah pasien bersama dengan para relawan Che Ci.

Di saat yang sama, RS kedatangan 2 orang suster baru. Hal ini membuat Sin Ciau teringat dengan masa mudanya ketika masih menuntut ilmu di jurusan perawatan sekolah Che Ci dulu.

 

 

Episode 17 :

 

Kegiatan kunjungan ke rumah – rumah pasien semakin digalakkan. Sebagian besar karyawan RS Che Ci cabang Yi Li turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tetapi mereka tetap menghadapi masalah dana. Karena itu, Sin Ciau mengajukan permohonan bantuan dana pada departemen kesehatan.

 

 

Episode 18 :

 

Dokter Liang adalah dokter gigi yang bekerja di RS Che Ci cabang Yi Li. Ia menemukan bahwa penduduk Yi Li tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai masalah kesehatan gigi. Karena itu, dengan dukungan RS, Ia mengadakan seminar kesehatan gigi ke sekolah – sekolah dan pemukiman penduduk. Tak disangka seminar itu berjalan dengan sukses.

Sementara itu, relawan Che Ci yang ada di RS cabang Yi Li menangani dua kasus yang cukup memusingkan. Kasus pertama adalah kasus nenek A Chuen. Setelah suaminya meninggal, anak angkatnya malah membawa lari uangnya sehingga Ia terpaksa hidup menyendiri di hari tua. Sedangkan kasus kedua adalah kasus Tuan Chen. Tuan Chen memiliki seorang keponakan yang sedang sakit parah. Tetapi Ia sama sekali tidak bersedia mengeluarkan uang untuk membantu pengobatan keponakannya tersebut.

 

 

Episode 19 :

 

Di bawah usaha keras relawan Che Ci, Tuan Chen yang semula keras kepala akhirnya bersedia menanggung uang pengobatan keponakannya. Di saat yang sama, terjadi kecelakaan mobil di daerah Fu Li yang mengakibatkan 12 orang cedera. Para korban segera dibawa ke RS terdekat, yaitu RS Che Ci cabang Yi Li. Situasi tak terduga ini ternyata tidak membuat tim medis RS Che Ci cabang Yi Li kalang kabut. Bekerja sama dengan 2 dokter bantuan yang didatangkan dari RS Kuan San, para korban kecelakaan tersebut berhasil ditangani dengan baik.

 

 

Episode 20 :

 

 Seorang ibu membawa anaknya yang baru berumur 1 tahun berjalan hilir mudik di depan RS Che Ci cabang Yi Li. Setelah para suster menghampiri dan menanyakannya barulah diketahui bahwa anaknya menderita demam tinggi. Awalnya ibu itu tidak bersedia masuk karena tidak memiliki uang. Selain itu Ia juga merasa malu karena telah melahirkan seorang anak tanpa suami. Tetapi di bawah bujukan para suster, akhirnya Ia bersedia membiarkan anaknya dirawat inap. Meskipun begitu, Ia beberapa kali ketahuan mencoba  membawa anaknya keluar dari RS tanpa sepengetahuan dokter.

Di saat yang sama, angin topan melanda daerah Taiwan bagian timur. RS Che Ci cabang Yi Li juga berada dalam jangkauan angin topan tersebut. Karena itu Sin Ciau segera mengadakan rapat dengan seluruh karyawan untuk mengambil langkah pencegahan yang tepat. Sayangnya angin topan kali ini sangat dashyat, semua tindakan pencegahan yang sudah dilakukan sia – sia. Keadaan dalam RS seketika menjadi kacau, air bocor, kaca pecah tertiup angin dan listrik padam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: