Cermin Ketulusan – synopsis 1 – 10

 

Cermin Ketulusan adalah kisah yang menceritakan perjuangan para relawan dan tim medis Che Ci dalam menolong warga Yi Li keluar dari belenggu penyakit.

Kisah dimulai saat Yayasan Che Ci memutuskan untuk membeli RS Hong Te yang ada di Yi Li. RS tersebut kemudian dijadikan RS cabang Che Ci yang pertama.

Selanjutnya dimulailah perjuangan para relawan dan tim medis yang ada di RS tersebut. Mereka berusaha mewujudkan sebuah RS yang bisa memasyarakat dengan menyelenggarakan seminar – seminar dan pengobatan gratis.

Tapi sayangnya banyak kendala yang menghadang mereka. Selain kekurangan jumlah tenaga, fasilitas yang ada di RS tersebut juga belum memadai. Akibatnya banyak pasien yang perlu menjalani operasi terpaksa harus diantar ke RS pusat yang ada di Hua Lien.

Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya dibangun sebuah RS baru di daerah Yi Li. RS tersebut dilengkapi dengan ruang operasi dan fasilitas yang modern.

Bagaikan sebuah pelita di tengah kegelapan, usaha mereka dalam menebarkan bibit cinta kasih mendapatkan respon yang hangat dari masyarakat.

Episode 1 :

Sin Ciau adalah seorang kepala perawat yang bekerja di RS pusat yayasan Che Ci yang terletak di Hua Lien. Dia orang yang sangat serius dalam pekerjaannya, tetapi sedang mengalami kebosanan sehingga ingin mengganti lingkungan kerja. Kebetulan di saat yang sama rumah sakit tempatnya bekerja memutuskan akan mengambilalih rumah sakit Hong Te yang ada di Yi Li untuk dijadikan rumah sakit cabang. Tak disangka Ia ditawari untuk mengurus administrasi di rumah sakit cabang tersebut oleh kepala RS Hua Lien.

Sementara itu, isu bahwa rumah sakit mereka akan diambilalih oleh yayasan Che Ci membuat seluruh karyawan yang bekerja di RS Hong Te menjadi gelisah, salah satunya adalah Siu Cin. Terlebih saat mendengar bahwa pihak Che Ci memiliki tim medis sendiri dan akan melakukan wawancara ulang. Mereka khawatir tidak dapat mempertahankan pekerjaan mereka.
Episode 2 :

RS Hong Te direncanakan akan diambilalih pada bulan Maret. Karena itu selama masa pra – pengambilalihan, semua relawan Che Ci menjadi sibuk. Mereka bertekad membantu usaha Master dengan mengumpulkan sebanyak mungkin tenaga sukarela yang mau membantu merenovasi dan bekerja di RS Hong Te. Sementara itu, setelah mempertimbangkannya masak – masak akhirnya Sin Ciau memutuskan untuk menerima perrmintaan RS pusat untuk pindah ke RS Hong Te.

Keadaan di RS Hong Te sendiri semakin kacau. Banyak dokter dan suster memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain. Akibatnya tenaga medis di rumah sakit tersebut berkurang banyak. Siu Cin dan beberapa rekannya tidak pindah karena mereka memiliki keluarga dan sudah menetap di Yi Li.

Episode 3 :

Wawancara yang menjadi momok bagi seluruh karyawan RS Hong Te akhirnya dilakukan juga. Tetapi hasilnya ternyata tidak separah dugaan mereka, hampir seluruh karyawan tetap dipertahankan. Sayangnya, sebelumnya sudah banyak tenaga medis yang mengundurkan diri sehingga RS Hong Te hanya memiliki 2 orang dokter. Ini membuat RS pusat di Hua Lien mengeluarkan kebijaksanaan yang mengharuskan setiap dokternya untuk ke Yi Li minimal sekali dalam 1 minggu.

Sementara itu, semakin mendekati hari peresmian RS Hong Te, hati Sin Ciau juga semakin gelisah. Ia menyadari bahwa prinsip dan cara pandang karyawan di RS Hong Te sangat jauh berbeda dengan RS pusat tempatnya bekerja dulu. Karena itu, Ia merasa tanggung jawabnya sangat besar, apalagi Ia belum berpengalaman.

Episode 4 :

Setelah menunggu beberapa saat, Sin Ciau akhirnya resmi pindah ke RS Hong Te sebagai kepala bagian yang baru. Sesuai dugaannya semula, tanggung jawab yang dipikulnya sangat berat dan tugasnya juga sangat banyak. Selain itu banyak karyawan lama RS Hong Te yang belum bisa menyesuaikan diri dengan budaya Che Ci merasa tidak puas. Mereka tidak senang karena RS harus direnovasi sehingga membuat mereka jadi tidak bisa bekerja. Selain itu, mereka juga memprotes sistem komputer yang terlalu rumit.

Episode 5 :
Banyaknya karyawan lama RS Hong Te yang merasa tidak puas membuat RS pusat yayasan Che Ci mengambil kebijakan baru yang mengharuskan mereka mengikuti Perkemahan Budaya Kemanusiaan yang diadakan selama 3 hari 2 malam. Perkemahan ini dimaksudkan untuk membuat para karyawan tersebut bisa lebih memahami budaya dan tujuan yayasan Che Ci. Selama Perkemahan berlangsung, banyak relawan Che Ci yang rela mengeluarkan uang sendiri untuk mendukung kegiatan tersebut. Mereka bertekad membantu usaha Master agar peresmian RS Hong Te sebagai RS cabang yang baru bisa berjalan lancar.
Episode 6 :

Perkemahan Budaya Kemanusiaan yang diadakan oleh RS pusat yayasan Che Ci berjalan dengan lancar. Para karyawan RS Hong Te mulai mengerti akan budaya dan cara kerja yayasan Che Ci. Mereka tersentuh oleh semangat relawan – relawan Che Ci dalam menyebarkan cinta kasih dalam masyarakat.

Di saat yang sama, waktu peresmian RS Hong Te semakin dekat. Tetapi, sayangnya pekerjaan renovasi yang dijadwalkan belum juga terselesaikan. Puing – puing sisa renovasi masih berserakan di mana – mana dan jaringan komputer juga belum terhubung dengan baik. Hal ini membuat Sin Ciau menjadi sangat cemas. Ia takut mengecewakan mereka yang telah memberi kepercayaan besar padanya.
Episode 7 :
Dengan dukungan dari semua orang, akhirnya pekerjaan renovasi di RS Hong Te berhasil dirampungkan juga. Demi mengejar waktu peresmian, bukan hanya buruh bangunan yang bekerja tanpa henti, insan – insan Che Ci dan karyawan lama RS Hong Te juga turut menyumbangkan tenaga.
Episode 8 :

Peresmian RS baru cabang Yi Li akhirnya berhasil dilakukan tepat pada waktunya. Pada hari peresmian tersebut banyak warga dan pasien yang datang berkunjung. Sebagian besar di antaranya datang untuk melihat keramaian.

Walaupun demikian, pasien yang datang berobat ternyata belum bisa menyesuaikan diri dengan prosedur rumah sakit yang baru. Selain itu, para karyawan rumah sakit itu juga belum terbiasa menggunakan sistem komputer. Akibatnya hal ini menimbulkan banyak kekacauan.

Episode 9 :

Secara perlahan – lahan keadaan di RS cabang Yi Li mulai membaik. Mengenai masalah komputer, Sin Ciau sudah meminta bantuan ke RS pusat agar mengirim orang datang untuk mengajari para karyawan di Yi Li. Sedangkan masalah kurangnya tenaga dokter juga sudah berhasil diatasi. Beberapa dokter yang berasal dari RS pusat bersedia datang ke Yi Li untuk praktek.

Episode 10 :

RS cabang di Yi Li menghadapi masalah baru lagi. Para pasien yang datang berobat sebagian besar tidak memiliki pengetahuan yang cukup di bidang kesehatan. Sedangkan dokter – dokter di rumah sakit itu hampir semua adalah dokter yang berasal dari RS pusat di Hua Lien. Mereka harus mengejar waktu praktek di Hua Lien sehingga selalu tampak sibuk. Akibatnya situasi demikian membuat banyak pasien yang merasa tidak nyaman karena merasa kurang diperhatikan. Selain itu, banyak dokter yang menghadapi kesulitan untuk berkomunikasi dengan pasien karena kendala bahasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: