170108 – Pendidikan Budi Pekerti

Pendidikan Budi Pekerti, Menghargai Setiap Benda

Master bercerita mengenai kunjungan Tzu Chi ke barak prajurit untuk mengenalkan budaya humanis, tentang bakti kepada orang tua. Para prajurit diingatkan bagaimana kembali memperhatikan keriput di wajah orang tua mereka, memperhatikan kulit telapak tangannya semakin tebal, apakah kuku mereka sudah dipotong, itulah perhatian kecil yang dibutuhkan oleh orang tua. Tzu Chi mempunyai beberapa tingkatan pendidikan pelatihan diri, seperti kelompok anak-anak (TK dan SD) yang dinamakan Tzu You, dan Tzu Shao serta Tzu Ching untuk kelompok yang lebih dewasa. Dan setiap tingkatan dikenalkan budaya humanis dengan cara yang berbeda. Misalnya pada kelompok Tzu You dikenalkan budi pekerti, menghargai makhluk hidup, berbakti kepada orang tua dan sopan santun. Di kelompok Tzu Shao diajarkan untuk memahami betapa besarnya penderitaan ibu ketika mengandung, betapa kerasnya ayah bekerja. Sedangkan di kelompok Tzu Ching, dididik bagaimana mereka harus menyiapkan diri untuk bekerja di luar nanti, bagaimana menghargai sumber daya alam dan bagaimana berkontribusi kepada masyarakat. Dengan begitu, pendidikan humanis sudah dimulai dari masa dini. Master mengingatkan untuk menghargai lingkungan hidup dan yang lebih penting lagi, kita harus dapat menghargai orang lain. Dan hal tersebut harus dimulai dari keluarga. Inilah yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan.

Pada Tanggal 5 Januari 2008, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Sri Lanka diresmikan. Ini menjadi bukti betapa pentingnya pendidikan budi pekerti dari kecil. Siswa-siswa di sana tahu bagaimana menghormati orang tua, memberi hormat dengan membungkuk ketika akan bepergian dan tidak lupa memberi salam kepada guru. Pendidikan budi pekerti jauh lebih besar artinya daripada sekedar mengajarkan ilmu pengetahuan.

Kisah lain mengenai seorang anak yang awalnya tidak patuh, sering minggat dari rumah dan merusak barang-barang. Tetapi ketika dikenalkan dengan daur ulang, anak ini berubah menjadi lebih baik, bahkan bisa mengajak teman-temannya untuk bersama-sama mengerjakan daur ulang. Inilah contoh lain sebuah bentuk pendidikan. Selain dapat menghasilkan kembali barang-barang berguna, depo daur ulang juga digunakan untuk menata kembali hidup kita, dan memperoleh bimbingan budi pekerti.

Part I 

Part II 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: