06012008 – Daur Ulang

Daur Ulang Sebagai Tempat Memupuk Kebijaksanaan

Master menceritakan kisah beberapa orang nenek berusia 80 tahunan yang sudah mulai mengumpulkan sampah untuk dibawa ke depo daur ulang saat langit masih gelap. Mereka berbaris berjalan sambil memanggul dua kantong besar sampah daur ulang yang digantung di sebilah kayu di pundak mereka. Dengan melihat nenek Zhou dan yang lainnya memikul sampah tersebut, mereka dikatakan dapat memikul berkah dunia. Melakukan pelestarian lingkungan berarti kita sudah menghargai dan menciptakan berkah.

Cerita lain mengenai nenek Ah Qu yang sekarang sudah menjadi relawan pelestarian lingkungan. Karena bakti anaknya yang sangat memerhatikan sang ibu yang sudah mengalami gejala pikun, mencoba mendaftarkan ibunya menjadi relawan pelestarian lingkungan Tzu Chi. Awalnya datang karena paksaan dari putrinya, tetapi setelah dijalanin, nenek Ah Qu berkata, “Dia memaksaku datang, tapi saya tidak mau. Begitu datang, saya tidak mau pulang, dan ingin sekali datang setiap hari.”

Relawan pelestarian lingkungan adalah Bodhisattva pelindung bumi ini, begitu yang sering dikatakan oleh Master. Depo daur ulang adalah tempat untuk melatih kebijaksanaan dan keberkahan, serta mengembangkan kebajikan tanpa penghalang, kerisauan dan kegundahan. Baik kehidupan apapun, jika dijalani dengan berlapang dada tanpa kerisauan, itulah yang dinamakan kebajikan. Serta bersumbangsih ke masyarakat, inilah yang disebut menciptakan berkah. Relawan pelestarian lingkungan adalah Bodhisattva yang melatih diri dengan berkah dan kebajikan.

Sampah menjadi emas
Emas menjadi cinta kasih
Cinta kasih menjadi aliran jernih
Aliran jernih mengelilingi seluruh dunia

 Part I

Part II 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: