Synopsis Ep.21 – 30

Episode 21, 28 Desember 2007

Setelah mendapat majalah mengenai Tzu Chi, A Hai tertarik untuk menyumbangkan uang ke Tzu Chi. Tetapi sebelum menyumbangnya, A Hai ingin memastikan uang itu benar-benar dipakai untuk kegiatan kemanusiaan sehingga dia mengajak A Fuk dan anaknya untuk berkunjung ke Hualien melihat Tzu Chi secara langsung. Dari sana, A Hai memutuskan untuk mengenal Tzu Chi lebih dalam. 

Episode 22 , 29 Desember 2007

A Hai semakin terlibat dengan kegiatan Tzu Chi dan hal ini membuatnya melupakan kerjanya sehingga pekerjanya mulai kebingungan dengan masalah-masalah pengambilan keputusan. Sampai A Hai kehilangan banyak proyek yang karena dia yang sebagai pengambil keputusan justru tidak berada di lokasi. Hubungannya dengan A Cien juga memburuk karena A Hai kerap memprotes tindakan istrinya yang dianggap berfoya-foya. Hal ini membuat A Hai malah mengancam akan menceraikan istrinya. 

Episode 23, 30 Desember 2007

A Hai semakin mantap dengan keputusannya untuk menceraikan istrinya. Dia merasa istrinya hanya menjadi beban baginya. Mengetahui hal ini, kakak-kakak di Tzu Chi merasa pikiran A Hai masih tertutup oleh pandangannya sendiri sehingga mereka mencoba mencari cara untuk menyadarkan A Hai agar tidak menceraikan istrinya. Karena sibuk dengan urusan Tzu Chi dan kerjaan, A Hai semakin kurang meluangkan waktu untuk keluarga sampai akhirnya bibinya meninggal. A Hai syok berat. 

Episode 24, 31 Desember 2007

Atas penghiburan teman-teman dan saudara, akhirnya A Hai bisa bangkit kembali dari kesedihan namun hubungannya dengan A Cien tidak juga membaik bahkan tidak kelihatan ada perkembangan. Menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat dan takut akan kehilangan mandornya, A Hai membagikan saham perusahaannya kepada 4 mandornya. Untuk dia sendiri, hanya disisakan 20%. 

Episode 25 , 01 Januari 2008

Paman A Hai dan juga teman-temannya di Tzu Chi terus-menerus menasihati A Hai agar melihat istrinya dari segi berbeda. Selama ini, A Hai selalu melihat istrinya sebagai sosok yang egois tetapi pelan-pelan A Hai mulai merasa ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Buktinya, anaknya lebih dekat dengan ibunya daripada dia. Dari nasihat-nasihat yang ada, A Hai mulai merubah dirinya dan mencoba mengajak istrinya untuk ikut kegiatan Tzu Chi, seperti dirinya.
Episode 26 , 02 Januari 2008

Hubungan A Hai dengan istrinya semakin membaik dan berdua mereka mulai aktif dengan kegiatan Tzu Chi. Bekas pekerja di pabrik A Hai, A Chai yang membuka usaha konfeksi sendiri dengan meminjam modal dari A Hai terus merugi dan berkali-kali, A Chai meminjam uang dari A Hai. Setelah dinasihati temannya, A Hai mengecek laporan keuangan A Chai dan menyadari kalau uangnya dihambur-hamburkan oleh A Chai. A Hai yang terkejut berat menjadi kesal dan menolak untuk meminjamkan uang ke orang lain lagi termasuk kakak pertamanya dan membuat saudaranya yang lain kesal. 

Episode 27,03 Januari 2008

Ayah A Hai masuk rumah sakit karena usianya yang semakin bertambah. Di saat yang sama, saudara-saudara A Hai satu per satu mulai mengikuti Tzu Chi. Di saat yang sama, guru mulai mendorong kegiatan daur ulang atau pelestarian lingkungan untuk menghemat sumber daya alam yang semakin menipis. Gerakan ini mulai menjadi bagian dari kegiatan A Hai di Tzu Chi. 

Episode 28, 04 Januari 2008

A Hai semakin giat dengan kegiatan daur ulang. Saking giatnya, semua waktunya diluangkan untuk kegiatan ini. Bahkan mobil mercy yang dipakainya sehari-hari dipakai untuk mengangkut sampah dan hal ini membuat semua orang kaget termasuk pamannya, saudaranya dan pekerjanya.  

Episode 29 , 05 Januari 2008

Kegiatannya dalam daur ulang membuat A Hai dikira bangkrut karena mengumpulkan barang-barang bekas untuk didaur ulang. Karena banyak yang mengeluh kalau sampah yang diangkutnya bau dan takut akan mengganggu tetangga, maka A Hai menyewa sebuah tempat khusus yang akan dipakai untuk melakukan kegiatan daur ulang.

Episode 30,06 Januari 2008

Kasihan melihat penyakit yang menggerogoti Ce Wen, A Hai menawarkan pekerjaan kepadanya untuk menjadi sekretarisnya. Semula orang-orang menganggap A Hai menggaji seseorang untuk sesuatu yang tidak perlu tetapi saat mengetahui masalah yang menimpa Ce Wen, mereka mulai bisa menerima. Kegiatan A Hai dalam daur ulang juga semakin baik dan banyak orang yang mulai ikut aktif di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: