Synopsis Ep.49 – 56

daai-drama-scr.jpg 

Episode 49 , 07 Desember 2007 08.00PM

Setelah A Yuan pindah kerumahnya, A Chua bagaikan kembali ke masalalu. Karena segan mendengar canda tawa A Yuan dan A Rui, A Chua lebih giat berdagang , pergi pagi pulang malam, sampai Mei Shui dan Zhi Long pun tidak tega melihatnya. Tapi dibalik semua ini, A Chua mendapatkan ketenangan batinnya di klenteng. Entah kenapa setiap kali bersembahyang di klenteng, jiwa A Chua merasa tenang dan tanpa beban, oleh karena itu, dia berencana menjadi bikshuni, tapi A Chua baru akan menjadi biksuni jika ibu mertuanya sudah meninggal. Melihat A Chua begitu ingin mendalami  ajaran Buddha, teman seimannya mengajak dia ikut mendengarkan ceramah seorang guru yang berasal dari Hualian. A Chua tidak menyangka dia akan bertemu lagi dengan guru yang pernah dia temui di Hualian 2 tahun yang lalu. Begitu tahu guru akan membangun rumah sakit, A Chua pun mulai  mencari sumbangan pada orang setiap orang yang dia kenal, termasuk para pelanggannya.   

Episode 50 , 08 Desember 2007 08.00PM

Selain aktif mengumpulkan sumbangan, A Chua juga mulai diajak untuk kunjungan. Mengunjungi keluarga tidak mampu bersama kakak-kakak yang bergabung di Tzu Chi merupakan pengalaman pertama bagi A Chua. Saat itu dia benar-benar merasakan kebahagiaan membantu orang lain. Walau hati A Chua penuh kebahagiaan, tapi didalam lubuk hatinya dia masih ingin menjadi biksuni agar dia bisa lepas dari kepahitan duniawi. Apalagi setelah pulang kerumah melihat A Yuan yang masih suka marah-marah dan minum minuman keras. Kata-kata yang diucapkan keluarga yang dia kunjungi mengiang ditelinga A Chua ‘Semua ini adalah jodoh, jika sudah bertemu tidak ada jalan lain lagi, hanya bisa bersabar’ Mengingat jodohnya dengan A Yuan sebanyak 3 reinkarnasi, A Chua menjadi takut. A Chua bertekat ingin cepat membayar semua hutangnya pada A Yuan, agar dikehidupan mendatang tidak saling menyiksa. 

Episode 51 , 09 Desember 2007 08.00PM

A Chua yang sudah banyak menderita demi keluarga, merasa segan pulang kerumahnya sendiri. walau kelakuan A Yuan sudah keterlaluan, tapi A Chua hanya bisa bersabar. Sebenarnya semua ini demi jodohnya dengan You Jin Yuan, karena ingin memutuskan tali jodohnya, A Chua ingin membayar hutangnya pada A Yuan sekaligus bunganya. Saat mengunjungi keluarga tidak mampu untuk yang kedua kalinya, A Chua mengingat masa lalunya, mengingat perjuangannya untuk menghidupi anak-anaknya. Pengalaman kali ini membuat A Chua merasakan kebahagiaan dari menolong orang, melihat senyuman dari wajah orang yang dia bantu, A Chua merasa senyuman seperti ini lebih berharga dari emas. Karena itu, A Chua semakin kencang mengayuh sepedanya, waktu yang dia pakai untuk mengumpulkan sumbangan lebih banyak dibanding dia berdagang. Walau ibu mertuanya sering mengeluh A Chua sering pergi-pergi, tapi hati A Chua semakin gembira.  

Episode 52 , 10 Desember 2007 08.00PM

Karena tahu ibunya giat beramal, Zhi Long merasa takut ibunya ditipu. Zhi Long tahu sekali kalau ibunya tidak akan mendengar nasihatnya, makanya dia minta tolong pada neneknya untuk menasihati ibunya. Ibu mertua A Chua merasa kekhawatiran cucunya ada benarnya juga, makanya dia juga merasa takut kalau A Chua dibohongi. Saat membongkar lemari A Chua, ibu mertuanya menemukan jubah biksuni A Chua. Ibu mertuanya marah sekaligus sedih begitu tahu A Chua akan menjadi biksuni, dia minta A Chua berjanji untuk tidak menjadi biksuni, karena dia takut kelak tidak ada yang menjaganya lagi, begitu juga dengan putranya A Yuan. mendengar ibu mertuanya menangis dengan begitu sedih, A Chua tidak tega, dia terpaksa berjanji bahwa akan mengurungkan niatnya dan kelak jika ibu mertuanya telah tiada dia berjanji akan menjaga A Yuan dan A Rui dengan baik. Karena Lan Fang tiba-tiba masuk rumah sakit, A Chua diminta tolong untuk membawa para kakak-kakak naik kereta api Tzu Chi, karena menjenguk Lan Fang juga A Chua ada inisiatif untuk menghibur pasien. kehidupan A Chua jadi semakin dekat dengan Tzu Chi. 

Episode 53 , 11 Desember 2007 08.00PM

Karena Lan Fang tiba-tiba masuk rumah sakit, A Chua diminta tolong untuk membawa para kakak-kakak naik kereta api Tzu Chi, karena menjenguk Lan Fang juga A Chua ada inisiatif untuk menghibur pasien. Setelah rumah sakit Tzu Chi selesai dibagun, A Chua menjadi relawan disana, dia merasa sangat terhibur melihat senyuman dan kesembuhan pasien. Suatu hari, saat mengambil uang sumbangan, A Chua tertabrak motor, walau kakinya terluka, tapi A Chua malah merasa bersyukur karena jiwanya selamat, dia merasa begitu diberkati oleh sang Buddha. Oleh sebab itu Semakin hari, A Chua semakin giat menjadi relawan dan mengumpulkan sumbangan, sampai dagangannya pun hampir dia lupakan. Tapi kegiatan amal A Chua harus terbagi, karena ibu mertuanya sakit dan butuh perawatannya. Sedangkan A Yuan dan A Rui sama sekali tidak bisa diharapkan. 

Episode 54 , 12 Desember 2007 08.00PM

Ibu mertua A Chua semakin bersandar pada A Chua, dia tidak mau orang lain yang menjaganya, termasuk A Yuan dan A Rui. Mengingat kondisi kesehatan ibu mertuanya yang semakin hari semakin melemah, A Chua untuk sementara istirahat menjadi relawan walaupun dalam hatinya dia tidak begitu rela. Menjaga ibu mertua, A Yuan dan A Rui selalu menjadi beban dalam hidup A Chua. Tapi walau sesusah apapun, A Chua tetap memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjadi relawan. A Chua tahu, sekarang dia sudah berumur 60 tahun lebih, dia tidak tahu waktunya masih tinggal berapa lama, dia hanya ingin berbuat kebajikan dengan sepenuh hati. Melihat ibu mertuanya sudah menderita sepanjang hidup, A Chua menasihati A Yuan agar lebih berbakti sedikit pada ibunya, karena ini yang selalu diharapkan ibu mertuanya dari putra semata wayangnya. Setelah mendengar kata-kata A Chua, hati A Yuan sedikit tersentuh, dia teringat semua yang pernah ibunya lakukan untuk dirinya dan mulai mencoba untuk lebih perhatian pada ibunya.  

Episode 55 , 13 Desember 2007 08.00PM

Penyakit ibu mertua A Chua semakin parah, bahkan buang air besar dan kecilpun harus membutuhkan bantuan orang lain. Melihat A Chua begitu berbakti pada ibu mertuanya, A Juan merasa heran. Tapi setelah tahu cerita masa lalu yang pernah dilalui ibu mertua dan nenek mertuanya, A Juan menjadi mengerti semuanya. Setiap perbuatan dan kata-kata yang diucapkan dari mulut A chua membuat menantunya, A Juan begitu mengaguminya.      Melihat ibunya begitu menderita, A Yuan tidak tega dan mulai memperhatikan ibunya dengan menyuapinya makan dan minum. Setelah meninggalkan pesan terakhir pada A Yuan dan merasakan bakti dari putranya, tidak lama kemudian ibu mertua A Chua meninggal.  Setelah ditinggal ibu mertua yang telah hidup bersamanya selama 48 tahun A Chua semakin merasakan ketidak kekalan hidup manusia, dengan membawa hati yang tenang A Chua  pulang ke Hua Lian dan di Visudhi oleh Master Cheng Yen. 

Episode 56 , 14 Desember 2007 08.00PM

Setelah 7 tahun menjadi relawan, A Chua akhirnya dilantik sebagai komite. Bagi A Chua, bisa saling berbagi canda tawa, saling memperhatikan dan menjaga bersama kakak kakak Tzu Chi adalah waktu yang paling berharga. Hubungannya dengan para kakak sudah dekat seperti satu keluarga, hal ini membuatnya teringat akan kata-kata guru tentang kekeluargaan, tapi waktu itu A Chua belum tahu bahwa perasaan ini akan mempengaruhi sepanjang hidupnya. Saat sedang mengunjungi seroang nenek yang usianya hampir sama dengannya, dalam hati A Chua bertanya, jodoh seperti apakah ini, jelas-jelas putra nenek tua itu tinggal bersebelahan dengannya tapi malah seperti tidak mempunyai putra.  Melihat kehidupan nenek tua itu, A Chua merasa dirinya sangatlah beruntung juga mempunyai berkah karena bisa menjaga You Jin Yuan dan A Rui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: