Synopsis Ep 41- 48

daai-drama-scr.jpg 

Episode 41 , 29 November 2007 08.00PM

Karena A Chua pindah rumah, maka Chen Lin Yue untuk yang pertama kalinya datang kerumah putrinya. A Chua yang sejak kecil diasuh oleh nenek buyutnya sebenarnya kurang dekat dengan Lin Yue, ibunya. Tapi melihat hati ibunya penuh dengan rasa syukur membuat A Chua mengerti akan kasih sayang orangtua. Ini merupakan kesempatan terakhir A Chua bisa begitu dekat dengan ibunya, hingga ibunya meninggal. Seiring berjalannya waktu, A Chua yang berusia 55 tahun akhirnya bisa keluar dari kesulitan ekonominya. Walau begitu, hari-hari yang dilewati A Chua sama sekali tidak berubah. Dia masih tetap berdagang dari pagi hingga malam, menjalani hidup dengan begitu nyata. Sepertinya yang masa-masa yang dilalui A Chua bukanlah suatu kekejaman, melainkan seuntai kehidupan yang selalu baru.         

Episode 42 , 30 November 2007 08.00PM

Waktu telah lama berlalu, kehidupan A Chua juga banyak perubahan, tapi kehidupan A Yuan dan A Rui masih tetap seperti dulu, tidak bisa lepas dari minuman beralkohol dan rokok, serta penghasilan yang tidak menetap. Karena tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang,  A Yuan minta tolong pada ibunya untuk meminjam uang dengan A Chua. Kelakuan ibu A Yuan masih seperti dulu, suka mengomel dan suka mengambil barang dagangan A Chua. Karena tidak suka melihat ini, Mei Shui mengunci pintu kamar A Chua, hal ini membuat nenek mertuanya marah. Begitu tahu nenek Zhi Long mau pindah kembali kerumah, Mei Shui sangat mencemaskan hal ini, ia tahu ia tidak mungkin bisa rukun dengan Zhi Long.  Pembicaraan Mei Shui dan Zhi Long ini terdengar oleh A Chua, untung saja sebelumnya A Chua membeli sebuah rumah baru, karena tidak ingin Mei Shui merasa terbebani, maka A Chua pindah kerumah baru dan tinggal bersama ibu mertuanya.   

Episode 43 , 01 Desember 2007 08.00PM

Sejak kecil Xi Hai selalu mengajari A Chua harus berbakti pada orangtua, sehingga apapun yang dilakukan ibu mertuanya selalu ia maafkan. Karena faktor usia, ibu mertua A Chua selalu marah-marah dan mengeluh pada A Chua. menghadapi situasi seperti ini, A Chua hanya bisa bersabar dan bersabar. Memandangi ibu mertuanya yang tidur lelap, hati A Chua merasa pedih,  sudah setua ini masih belum bisa lepas dari beban keluarga, baik dari masalah besar maupun kecil. Sekarang yang A Chua bisa lakukan untuknya ialah berbakti. Saat pulang membeli minuman, A Rui mendapati A Yuan tergeletak tanpa sadar di lantai. Menurut diagnosa dokter, A Yuan terserang stroke, jika tidak bisa sadar akan membahayakan nyawanya.  

Episode 44 , 02 Desember 2007 08.00PM

A Chua terpaksa memberitahu pada ibu mertuanya tentang penyakit A Yuan. Melihat kamar yang pasien yang ditempati putranya panas, ibu mertua A Chua memohon pada A Chua untuk memindahkan A Yuan ke kamar ber AC. Sekali lagi demi ibu mertuanya A Chua menolong A Yuan. Mengingat pernikahannya dengan A Yuan,  A Chua mengeluarkan sejumlah uang mengadakan upacara  untuk menolak bencana A Yuan. Selama ini A Chua sudah memutuskan tali jodohnya dengan A Yuan, tapi tali jodoh dengan ibu mertuanya justru semakin mendalam. Dia menemani ibu mertuanya jadi vegetarian demi kesehatan A Yuan, karena hal ini juga, A Chua yang berhati lembut pertama kali mengenal kitab suci agama Buddha. 

Episode 45 , 03 Desember 2007 08.00PM

Karena Mu Lan sering pergi sembahyang dan sering mengajak teman-temannya makan dan minum dirumah, maka suaminya, Lao Guo meminta A Chua untuk menasihati Mu Lan. Siapa sangka A Chua yang tadinya tujuannya hanya menasihati Mu Lan malah menjadi kesempatannya pergi ke Griya perenungan Tzu Chi yang ada di Hua Lian dan bertemu dengan Master. Setelah mendengar ceramah Master, A Chua merasa beban dihatinya menjadi lega, begitu tahu Master ingin membangun rumah sakit, atas nama dua orang putranya A Chua langsung menyumbangkan uang yang tadinya ingin membeli barang dagangan.Dia juga minta  Lao Guo agar tidak khawatir, karena griya yang Mu Lan datangi adalah Griya yang berunsur positif.  

Episode 46 , 04 Desember 2007 08.00PM

Karena tidak tega melihat perputaran modal A Lian macet, A Chua meminjaminya sejumlah uang. Tapi tidak disangka suami dan akuntannya lari membawa sisa uang dari pabrik mereka dan meninggalkan hutang pada A Lian. Merasa bersalah tidak bisa membayar hutangnya pada A Chua, A Lian menyuruh A Chua untuk menyita perabot rumahnya, tapi A Chua yang pernah mengalami masa-masa sulit tidak tega melakukan hal ini, ia malah meninggalkan sedikit uang agar A Lian bisa beli susu untuk anaknya. Disaat sedang memusingkan angsuran rumah yang sudah akan jatuh tempoh, ibu mertuanya memohon untuk yang kesekian kalinya agar A Chua bisa meminjamkan uang pada A Yuan lagi. A Yuan bukan hanya tidak bisa membayar uang yang dipinjam dari A Chua, dia juga terjerat masalah hukum , karena telah menipu komisi kantor. Menghadapi situasi yang seperti ini, membuat A Chua menjadi serba salah. 

Episode 47 , 05 Desember 2007 08.00PM

Satu-satunya cara agar bisa membayar angsuran rumah ialah, A Chua harus menjual rumah yang dia pinjam pada You Jin Yuan. Setelah tahu rencana  ini, ibu mertuanya mulai mencemaskan kelak putranya akan tinggal dimana. Dia bahkan membujuk agar A Chua mengijinkan A Yuan dan A Rui  untuk tinggal bersamanya. Hal ini membuat A Chua merasa sedang bergelut didalam kesulitan, apalagi setelah  melihat ibu mertuanya diam-diam membersihkan gudang dirumahnya supaya bisa ditempati A Yuan. Karena tidak tega, A Chua berjanji pada ibu mertuanya untuk mempertimbangkan hal ini. Merasa dirinya tidak bisa lepas dari A Yuan, A Chua mencari seorang peramal untuk mengetahui jalan kehidupannya. A Chua ditakdirkan tiga kali mengikat jodoh dengan A Yuan. dari kehidupan sebelumnya, sekarang dan masa yang akan datang, A Chua akan tetap bersamanya.       

Episode 48 , 06 Desember 2007 08.00PM

Karena ditakdirkan akan bersama selama tiga kali kehidupan, maka dikehidupan sekarang, A Chua mencoba membayar hutangnya pada A Yuan sekaligus. Karena itu juga dia setuju A Yuan dan A Rui tinggal dirumah bersamanya. Walau A Chua tahu dengan jelas kehidupannya akan seperti apa jika tinggal bersama A Yuan dan A Rui, tapi demi harapan ibu mertua dan membayar hutangnya pada A Yuan, A Chua hanya bisa menghadapi kehidupannya dan terus melangkah ke depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: