Synopsis Ep 33 – 40

daai-drama-scr.jpg

Episode 33 , 21 November 2007 08.00PM

A Chua mempertaruhkan 10 ribu yang ada ditabungannya untuk membuka pertambangan, A Chua berharap agar bisa memperoleh sedikit untung untuk biaya sekolah anaknya. Tapi nasib masih belum berpihak padanya, tambang yang mereka gali tidak ada hasil sama sekali, modal yang ditanamkan hilang begitu saja. Untuk yang kesekian kalinya, A Chua harus mulai lagi dari awal. Untung saja anak-anaknya begitu pengertian, Zhi Long berhasil diterima di sekolah pendidikan guru yang sama dengan Shu Hui, karena itu A Chua tidak perlu kuatir dengan biaya sekolahnya. Selain itu Zhi Ming juga membantu membiayai pengeluaran rumah. Tapi bagaimana pun A Chua harus tetap berusaha mencari uang, dia ingin salah satu dari anaknya bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi.   

Episode 34 , 22 November 2007 08.00PM

Karena ingin mencari kembali modal yang hilang, A Chua mempertaruhkan segalanya untuk usaha besi bekas. Tapi bisnisnya tetap saja mengalami kegagalan. A Chua tidak habis pikir, kenapa dia begitu berusaha tapi langit tetap tidak memberinya jalan. A Chua yang tidak tahu harus bersandar pada siapa, terpaksa memohon bantuan pada adik laki-lakinya. Untung saja A Chua bertemu dengan Mu Lan, adik perempuan dari adik iparnya. Dia sangat baik dan sudah menganggap A Chua sebagai ibunya, bahkan ingin menikah pun dia minta pendapat pada A Chua. Begitu tahu usaha A Chua gagal lagi, ibu mertuanya sangat kuatir. Keluarga yang tadinya begitu ramai, kini hanya tinggal 3 orang cucu, selayaknya seorang ibu, dia selalu memikirkan bagaimana nasib A Chua, serta putranya dan A Rui yang tanpa kabar.

Episode 35 , 23 November 2007 08.00PM

Sepanjang malam, A Chua merenungi perlajanan hidupnya, dari menjual barang kelontong sampai membuka pabrik sendiri semua dia kerjakan dengan sepasang tangannya sendiri. Kali ini dia tidak percaya kalau sepasang tangannya ini tidak bisa mencari nafkah hidupnya lagi. Dia mencari Mu Lan untuk belajar merebus mie dan membuka sebuah kedai mie. Kedai A Chua boleh dikatakan lumayan ramai, dari penghasilannya dia juga bisa mengirim uang untuk ibu mertuanya. Tapi tidak lama setelah A Chua buka kedai mie, tumor yang diperutnya semakin membesar, dan mengundang gunjingan tetangganya yang ada di Zhang Hua. Dokter menganjurkan A Chua untuk operasi, tapi karena  masalah keluarga dan pernikahan Zhi Ming, A Chua harus menunda operasinya.

Episode 36 , 24 November 2007 08.00PM

Tahun 1961, Wen Xiong, putra kedua A Chua berhasil diterima dijurusan Bahasa Asing, Universitas Taiwan. Hal ini membuat keluarga You sangat bangga, walau biaya pendaftaran sebesar 700 dolar membuat A Chua kesulitan, tapi melihat anak sendiri bisa masuk perguruan tinggi, ini sangat menghibur bagi A Chua. Tumor yang ada dirahim A Chua semakin hari semakin membesar dan sakit perutnya semakin menjadi. Demi keselamatan, akhirnya A Chua bersedia dioperasi. Setelah operasi, A Chua pulang ke Zhang Hua dan berkumpul dengan ibu mertua dan anak-anaknya.

Episode 37 , 25 November 2007 08.00PM

Tidak terasa berlalu dengan cepat, setelah menikahkan kedua keponakannya, Shu Hui dan Zhi Ming, kini saatnya dia sendiri yang menyambut calon menantunya. Dihari Raya Imlek,  Wen Xiong membawa pulang teman wanitanya, Shi Chun Juan adalah gadis yang dia kenal sejak masih duduk dibangku SMP. Tapi dibalik kegembiraannya ini, A Chua masih harus memusingkan biaya kuliah Wen Xiong yang sudah akan jatuh tempoh. Entah pertolongan dari dewa atau bukan, saat melewati jembatan, A Chua melihat sebuah dompet yang berisi ribuan dolar. Agar bisa mengembalikan ke pemiliknya, A Chua berdiri sepanjang hari, tapi pemiliknya tak kunjung tiba. Ibu mertua A Chua menasihati A Chua menggunakan uang tersebut untuk bayar uang semester Wen Xiong, ibu mertuanya percaya kalau itu adalah pemberian dewa.

 

Episode 38 , 26 November 2007 08.00PM

 

Karena Dewa mengijinkan A Chua memakai uang tersebut, maka uang semester Wen Xiong bisa tertutupi, selain itu A Chua juga memanfaatkan uang yang tersisa sebagai modal usaha. Setelah sekian lama berhenti dari dunia usaha, A Chua kembali membeli barang-barang impor untuk didagangkan. Karena kelaparan, A Yuan yang sudah lama kehilangan kabar kembali kerumah dan minta ibunya mencarikan rumah kontrakan di Zhang Hua. Tapi kepulangan A Yuan tidak mendapat sambutan sama sekali, terutama Zhi Long. Saat diacara perjodohannya dia tidak segan-segan memberitahu calon mertuanya bahwa ayahnya sudah tidak ada. Kejadian ini membuat neneknya kehilangan muka.

Episode 39 , 27 November 2007 08.00PM

Selama ini A Chua tidak pernah menceritakan  kondisi A Yuan pada putranya, A Chua tidak tahu sejak kapan Zhi Long mulai begitu membenci ayahnya, sampai didepan orang lain pun dia tidak memandang muka ayahnya. Di resepsi pernikahan Zhi Long, A Yuan seharusnya menjadi orang yang paling bahagia, tapi justru sebaliknya, dia merasa canggung. Dalam hatinya sempat berpikir jika dulu dia lebih bertanggung jawab lebih sayang pada istri dan anak, maka dia tidak akan secanggung ini. Walau ibu A Yuan sering marah anaknya tidak berguna, tapi dibalik hati seorang ibu, dia masih tetap sayang pada anaknya. Dia sering mencuri uang dan barang dagangan A Chua untuk A Yuan dan A Rui. Walau tahu hal ini, A Chua tidak marah, hatinya justru merasa pedih melihat ibu mertuanya yang sudah setua ini masih harus memikirkan anaknya. Kebahagiaan A Chua datang secara berantai, tidak lama setelah pernikahan Zhi Long, menyusul Wen Xiong dan setelah pernikahan Wen Xiong, A Chua menjadi nenek untuk yang pertama kalinya.

Episode 40 , 28 November 2007 08.00PM

Istri Zhi Long, Mei Sui, melahirkan seorang putri dan diberi nama  Han Qiao. Tahun 1967 merupakan tahun yang menggembirakan bagi A Chua. Setelah mengalami penderitaan yang begitu panjang, akhirnya dia bisa menjalani hidupnya dengan tenang,  hidup yang seperti ini membuat A Chua penuh semangat menghadapi masa depan. Setelah punya cucu, A Chua menjual rumah tuanya dan membeli rumah baru. Setelah  beberapa kali berpisah dari anaknya, kini keluarga A Chua boleh dikatakan telah bersatu kembali. Anak-anaknya memutuskan untuk tinggal bersama dengan ibu dan neneknya. Tidak lama mengajar, Wen Xiong sudah menjadi guru yang terkenal, tapi karena sering batuk dia terpaksa berhenti jadi guru dan bekerja disebuah perusahaan. Tidak lama kemudian,  Wen Xiong ditugaskan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Taipei.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: