Synopsis Ep 8 – 14

Episode 8 , 23 November 2007 07.00 PM

Lewat temannya Chai Zi Juan, Wen Cung mulai mengikuti sebuah biro teman pada majalah anak muda. Di sana Wen Cung berkenalan dengan Ku Ching Yi. Ku Ching Yi yang baru saja mendapatkan lagi piagam penghargaan dari Bupati He, berhasil meyakinkan banyak pihak dan mendapatkan kontrak lahan hutan selama 50 tahun. Perkenalan Wen Cung dan Ku Ching Yi berlanjut dengan saling mengirimi surat. Surat bersama foto dari Ching Yi untuk Wen Cung, jatuh ke tangan murid-muridnya yang nakal. Rasa gembira dan bahagia tak tertahankan oleh Ma Wen Cung setelah sebagian besar murid-muridnya dinyatakan lulus ke SMP.  

Episode 9 , 24 November 2007 07.00PM

Prestasi murid-murid Ma Wen Cung ini menggemparkan desa dan mengundang banyak decak kagum. Banyak orang tua mulai mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah Ma Wen Cung. Sementara surat-menyurat antara Wen Cung dan Ching Yi terus berlanjut hingga saling membagi perasaan dan pandangan. Wang Kang yang mulai khawatir karena melihat sikap Ching Yi yang apatis terhadapnya ditambah ajakkannya selalu ditolak mendesak Ching Yi untuk membuat suarat perjanjian nikah. Bahkan dengan dukungan keluarganya ia telah mempersiapkan sebuah rumah untuk meminang Ching Yi.   

Episode 10 , 25 November 2007 07.00 PM

Desakan pernikahan semakin besar, bahkan Ayah dan Ibu Wang Kang bertandang ke rumah Ching Yi untuk melamar dan menetapkan hari pernikahannya denganWang Kang. Ching Yi yang mulai khawatir bila suatu hari dirinya tidak ada, mulai keras dan tegas terhadap adiknya agar belajar mandiri. Melihat gurunya,Wen Cung yang kewalahan mengajar murid-murid yang semakin banyak, Cuo Jie dan Wen Chai diam-diam menulis surat kepada Ching Yi agar beliau datang untuk membantu gurunya. Akhirnya Ching Yi memutuskan untuk pergi ke He Nan mencari Wen Cung dan meninggalkan semua sanak keluarganya. 

Episode 11 , 26 November 2007 07.00 PM

Ching Yi yang pergi tanpa pamit dan hanya meninggalkan surat membuat keluarganya dan Wang Kang sangat cemas. Ayah Ching Yi yang tidak tahan menanggung malu karena kepergian putrinya memutuskan menetap di gunung. Kedatangan Ching Yi ke He Nan untuk mencari Wen Cung menimbulkan kegemparan di desa Miao Zhai. Orang-orang desa beranggapan bahwa Wen Cung telah menipu seorang gadis cantik dan muda ke desanya. 

Episode 12 , 27 November 2007 07.00 PM

Kedatangan Ching Yi disambut dengan ramah dan gembira oleh keluarga Ma Wen Cung. Namun, Ma Wen Cung yang bimbang dan takut untuk bertemu dengan Ching Yi malah sembunyi di kamarnya sendiri. Karena tidak sabar menunggu, Ching Yi pun masuk ke kamar Ma Wen Cung untuk bertemu langsung dengannya. Selain disambut ramah, kedatangan Ching Yi juga mengundang banyak guncingan orang-orang desa. Banyak orang-orang desa yang penasaran kemudian berdatangan ke rumah Ma Wen Cung untuk melihat gadis Hu Nan ini. 

Episode 13 , 28 November 2007 07.00PM

Karena tidak nyaman dengan guncingan orang-orang desa, Ibu Wen Cung pun mendesak agar Ching Yi pulang kembali ke keluarganya di Hu Nan. Sementara murid-murid di sekolah yang merasa gembira dan akrab dengan kedatangan Ching Yi, memintanya untuk tetap tinggal dan mengajari mereka bermain. Ching Yi yang hendak berangkat pulang ke Hu Nan, setelah mendengar kata-kata Ching Lan, adik Wen Cung, akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal dan menikah dengan Wen Cung. 

Episode 14 , 29 November 2007 07.00 PM

Meski banyak yang meragukan keputusan Ching Yi, namun tekad Ching Yi untuk tetap tinggal dan menikah dengan Wen Cung telah bulat. Keluarga Wen Cung pun menyiapkan pesta pernikahan mereka. Banyak orang-orang desa yang menghadiri pesta pernikahan mereka untuk memberi selamatan dan kado pernikahan. Bahkan ketua Serikat Perempuan Desa yang turut hadir dan mengagumi keberanian Ching Yi bersedia menjadi saudara baik Ku Ching Yi. Sementara keluarga Ching Yi di Hu Nan kini melewati hari-hari tanpa keberadaan Ching Yi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: