Synopsis Ep 1 – 7

Episode 1 , 16 November 2007 07.00 PM

Ma Wen Cung yang harus berhenti sekolah karena kondisi fisiknya tidak henti-hentinya belajar di rumah hingga akhirnya dia lulus sebagai juara 1 dalam peserta ujian SPG di desanya. Namun karena kondisi fisknya akhirnya dia diminta untuk menganulir haknya mengikuti SPG. Tapi sebagai pengganti dia meminta agar diizinkan menjadi guru pengganti di SD Desa. Untuk mendapatkan status sebagai guru pengganti dia harus berjuang untuk membujuk berbagai pihak yang berkepentingan. 

Episode 2 , 17 November 2007 07.00PM

Ma Wen Cung memulai pengajarannya yang pertama d SD. Karena teknik mengajar beliau yang sangat baik sehingga prestasi murid-murid disekolah meningkat pesat. Banyak guru yang berterima kasih padanya karena merasa terbantu oleh Ma Wen Cung. Namum, rintangan dari keluarganya (Ibu Ma Wen Cung) terus mengalir karena Wen Cung yang sebagai guru pengganti tidak mendapatkan gaji. Sementar Ching Yi seorang gadis Hu Nan, pada waktu yang sama memulai sepak terjangnya untuk mengembangkan bisnis di desanya.   

Episode 3 , 18 November 2007 07.00PM

Berita buruk harus diterima Ma Wen Cung ketika hasil diagnosa dokter memutuskan bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Ma Wen Cung pun pulang dengan rasa putus asa dan frustasi, namun setelah mendengar nasehat ayahnya dia pun bersemangat kembali. Beliau bahkan ingin mendirikan sekolah sendiri setelah mendengar dari radio bahwa pemerintah mengizinkan pendirian sekolah swasta. Di waktu yang sama, Ching Yi memulai usahanya yang pertama yakni budidaya ikan dengan kontrak 5 tahun kepada kepala desa. 

Episode 4 , 19 November 2007

Karena menerapkan teknik budidaya ikan yang modern, hasil panen ikan Ching Yi yang pertama membawakan hasil yang gemilang. Tidak berhenti sampai di sini Ching Yi pun mulai melirik lahan hutan di desanya yang tak terurus. Sementara keinginan Wen Cung untuk mendirikan sekolah mendapat  tentangan yang keras dari ibunya dan sikap pesimis dari orang-orang didesanya. Di lain pihak, ayah Wen Cung ( Ma Wen Chai) telah memulai pembangunan sekolah, hingga akhirnya SD Harapan berdiri tahun   1986. 

Episode 5 , 20 November 2007

Wen Cung pun memulai penerimaan murid untuk sekolah barunya, dengan menempel selebaran dimana-mana, namun hasil nihil. Tidak ada anak di desanya yang mau mendaftar ke sekolahnya dengan berbagai macam alasan. Wen Cung pun memulai mencari murid dari rumah ke rumah,hingga tangannya melepuh dan deman karena kehujanan. Sementara Ching Yi mulai dijodohkan da dipertemukan dengan pemuda bernama Wang Kang. Kabar baik datang ketika teman Wen Cung , Chai Zi Juan, ingin memasukkan adik iparnya, Liu Ta Wei, sebagai murid Wen Cung yang pertama. 

Episode 6 , 21 November 2007

Liu Ta Wei yang mendapat ejekan anak-anak lain, ditambah teguran dari Ma Wen Cung karena tugas yang diberikannya kemarin salah dikerjakan, lari meninggalkan ruangan kelas. Setelah tahu kejadian sebenarnya Ma Wen Cung pun meminta maaf kepada Liu Ta Wei. Ketulusan dan cara mengajar Ma Wen Cung yang baik akhirnya mendapat perhatian dan kepercayaan para orang tua di desanya. Mereka pun mulai memasukkan anak-anaknya ke sekolah Ma Wen Cung. Untuk mempermudah Ma Wen Cung dalam mengajar, ayahnya kemudian membuatkan sebuah tongkat kapur dan beberapa papan tulis lagi. 

Episode 7 , 22 November 2007 07.00PM

Hidup Wen Cung kini diisi dengan kehadiran murid-muridnya yang nakal dan bandel. Demi membela anaknya, Ibu Wen Cung harus bertengkar dengan ibu dari seorang muridnya, karena Wen Cung menghukum muridnya yang tidak jujur. Sementara Ching Yi yang sukses dalam berkarya mendapat penghargaan berupa piagam yang diberikan oleh bupati di daerahnya. Wen Cung demi membela muridnya, akhirnya harus meminta maaf kepada pemilik gandum setelah terbukti bahwa muridnya, Chen Cuo Jie yang tanpa sengaja menyulut api dan membakar gandum tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: