Hello world!

Mei 4, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


DAAITV Streaming di Indoweb.tv

Februari 10, 2009

Dear All,

Kabar baik sekarang, Streaming DAAITV sudah bisa kembali dinikmati di indoweb.tv

Terima kasih atas segala masukan positif kepada DAAITV selama ini.

Warm Regards,

Admin


Website Resmi DAAITV dan Facebook

Februari 5, 2009

Pengumuman kepada Pemirsa Setia DAAITV,

WordPress akan ditutup pada saat launching website DAAITV (www.daaitv.co.id) dan telah muncul Groups DAAITV Indonesia, mohon diadd yah facebooknya,jadi kita akan lebih banyak berkomunikasi secara langsung lewat Facebook.

Warm Regards,

admin


Perbaikan Blogs

Desember 9, 2008

Halo teman2 Friends Of DAAI,
untuk sementara blogs ini akan saya update dulu,jadi kalau ada data invalid, mohon maaf yaph,karena blogs ini hits nya setiap hari sangat penuh,jadi aku pikir aku akan update menjadi blogs yang lebih baik lagi.

Terima kasih atas kesetiaannya dengan DAAITV selalu.

Salam hangat,

Admin


Lowongan Pekerjaan

Mei 12, 2008

DAAITV dalam mengembangkan Budaya Kemanusiaan membutuhkan kandidat yang berpotensi untuk mengisi posisi :

-. Cameraman(C)

-. Reporter(R)

-. Executive Producer/Producer/Asst.Producer (EP/P/AP)

-. Translator Bahasa Mandarin (TM)

-. IT Staff / Supervisor (IT)

-. Engineer & Tuner Control Room (E/TRC)

-. Copywriter (CP)

-. Motiongraphic Artist (MG)

Persyaratan Umum :

-.Pria/Wanita, usia maks. 35 thn dan maks. 40 thn untuk EP

-.Pendidikan min S1 sesuai bidangnya

-.Pengalaman kerja min 2 tahun di bidang masing-masing

-.Menguasai Bahasa Inggris/Mandarin baik lisan dan tulisan serta operasional komputer.

Silahkan kirimkan Surat Lamaran / Resume ke bagian HRD dengan email ke hrd@daaitv.co.id atau melalui pos ke HRD DA AITV, Jl. Mangga Dua Raya, Gdg ITC Lt.6 – Jakarta Raya


Perayaan Hari Ibu, Waisak dan Ulang Tahun Tzu Chi

Mei 9, 2008


Dibalik Suatu Cobaan ep.01 – 10

April 25, 2008

Xie Kun San ialah seorang anak yg berbakti dan rajin juga bertekad kuat, akibat kecelakaan kerja pada usia 16 tahun sehingga dia kehilangkan sepasang tangan dan sebelah kaki, tapi dia tidak menyerah pada nasib dan tetap melanjutkan niat belajar melukisnya. Pada akhirnya Xie Kun San berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa dan sanggup mewujudkan impiannya menjadi pelukis terkenal.

Eps 1

Keluarga Xie Kun Shan bukan keluarga yang berada. Ibunya bekerja sebagai kuli cuci sementara ayahnya penjual moci. Kadang untuk menghidupi keluarga mereka harus meminjam uang atau berhutang pada tetangga. Ayahnya suka berjudi dan dalam berjualan ayahnya sering menggunakan cara-cara yang curang. Sejak kecil Kun Shan suka menggambar, bahkan buku tugasnya digunakan untuk menggambar.

Eps 2

Bila kalah berjudi tidak jarang ayah Kun Shan menggadaikan barang-barang yang ada di rumah. Ayahnya juga sering tidak pulang berhari-hari, entah karena berjudi atau berjualan ke tempat yang agak jauh. Melihat kondisi keluarganya, Kun Shan yang masih kecil selalu berpikir ingin membantu orang tuanya. Dia sering diam-diam berjualaan sehingga tidak mengerjakan tugas sekolahnya.

Eps 3

Karena keluarganya miskin, Kun Shan tidak bisa mengikuti piknik yang diselenggarakan sekolahnya. Bahkan setelah tamat dari SD, ayah Kun Shan langsung memintaanya untuk bekerja mencari uang agar bisa meringankan beban keluarga. Kun Shan bekerja di sebuah pabrik pengolahan bahan makanan ternak. Karena dia giat dan rajin bekerja gaji pertamanya dibayar penuh oleh bosnya.

Eps 4

Setelah besar Kun Shan bekerja di pabrik besi yang menawarkan penghasilan yang lebih besar. Melihat usaha di pedesaan makin sulit, atas anjuran pamannya, adik ipar ayah Kun Shan, mereka sekeluarga kemudian pindah ke Tai Pei. Sesampai di Tai Pei, Kun Shan bekerja di pabrik konveksi, kemudian atas tawaran kakaknya, Wu Siong , dia bekerja di pabrik baru tempat kakaknya bekerja dengan gaji yang lebih tinggi. Di pekerjaan barunya itu Kun Shan mengalami kecelakaan yang mengubah seluruh hidupnya.

Eps 5

Karena tidak hati-hati, batangan besi yang sedang di naikkan Kun Shan menyentuh kabel listrik sehingga sekujur tubuhnya terbakar. Melihat kondisinya itu banyak orang yang menganjurkan orang tuanya agar merelakan Kun Shan. Tapi ibunya bersikukuh untuk mempertahankan nyawa anaknya meski harus diamputasi.

Eps 6

Demi biaya amputasi Kun Shan, orang tuanya mencari dan meminjam uang kemana-mana. Sementara ayah Kun Shan yang menuntut biaya pengobatan dan pesangon pada pemilik pabrik malah tertipu oleh pengacaranya karena buta huruf. Karena tidak sanggup membayar biaya perawatan rumah sakit, Kun Shan kemudian harus dirawat di rumah.

Demi menambah penghasilan, ayah Kun Shan kemudian membuka sebuah toko di daerah illegal yang biaya sewanya sangat rendah.

Eps 7

Karena kehilangan kedua tangannya dan kaki, Kun Shan tidak dapat banyak membantu keluarganya. Bahkan untuk makan dan buang air harus ibunya yang membantunya. Melihat ibunya yang begitu menderita menjaganya, Kun Shan bertekad untuk melatih makan sendiri. Malam hari ketika anggota keluarga yang lain sedang tidur, dia bangun untuk melatih makan , dia juga melatih menulis dengan mulut bahkan menggambar. Tangan palsu yang diberikan pemerintah juga berhasil dimodifikasi olehnya sehingga mudah digunakan.

Eps 8

Setiap hari Kun Shan menghabiskan waktu untuk belajar menggambar. Namun karena tidak ada guru yang mengajarinya gambar yang dibuatnya tidak sebagus yang dia inginkan. Sementara ayahnya yang tidak setuju Kun Shan belajar menggambar, selalu meminta Kun Shan untuk bekerja dan mencari uang bahkan menjadi pengemis sekalipun. Apalagi untuk belajar menggambar keluarganya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pensil, kertas dan pisau lipat. Kun Shan tidak hanya belajar menggambar dengan mulut, bahkan dia juga belajar meraut pensil dengan mulut.

Eps 9

Ketika ayahnya membawa Kun Shan pergi memotong rambut, si pemilik salon yang tahu Kun Shan lagi belajar melukis memberinya foto agar Kun Shan menggambar fotonya. Melihat gambar yang dibuat Kun Shan mirip dengan foto aslinya, ayah Kun Shan menjadi sangat gembira. Atas undangan Kak A Min, Kun Shan besama adiknya jalan-jalan ke rumahnya. Di tengah jalan mereka bertemu seorang prosucer TV, Nona Huang yang tersentuh oleh semangat Kun Shan. Beliau kemudian memberikan semua uang yang diterimanya hari ini kepada Kun Shan.

Eps 10

Meski sudah bisa melukis dengan baik, Kun Shan selalu merasa teknik melukisnya belum sempurna. Kesempatan untuk belajar teknik melukis datang ketika dari televisi Kun Shan mengetahui bahwa ada suatu lembaga yang memfasilitasi orang-orang cacat untuk melukis. Kun Shan kemudian mendaftarkan diri untuk bergabung di lembaga tersebut, meski ibunya menentang. Di sana Kun Shan harus belajar menyesuaikan diri dan menjaga diri. Karena apa yang dia lihat di televisi tidak sebagus dengan kenyataan.